Headline.co.id, Cikeas ~ JAWA BARAT – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama dalam setiap upaya penanganan bencana dan konflik sosial. Prinsip ini menjadi landasan bagi Polri dalam mempersiapkan personel serta sarana dan prasarana melalui Operasi Aman Nusa I dan Operasi Aman Nusa II. Hal ini disampaikan oleh Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, yang menekankan bahwa keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi, sesuai dengan prinsip “Salus Populi Suprema Lex Esto.”
Kesiapan Polri ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden yang diteruskan oleh Kapolri melalui apel gelar pasukan yang dipimpin oleh Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo di Lapangan Satlat Brimob Cikeas, Jawa Barat, pada Senin, 7 September 2026. Operasi Aman Nusa I difokuskan untuk menghadapi potensi konflik sosial, sementara Operasi Aman Nusa II ditujukan untuk penanganan bencana alam. Polri terus memantau dan mengawal proses pemulihan masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, yang kini memasuki tahap pemulihan.
Selain itu, Polri juga berfokus pada penanganan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah prioritas seperti Kalimantan Barat. Upaya ini dilakukan melalui satuan tugas penyuluhan dan edukasi untuk memetakan serta menangani akar persoalan karhutla. Polri juga mencermati peningkatan aktivitas vulkanik di sejumlah gunung api di Indonesia, termasuk Gunung Sinabung, Gunung Anak Krakatau, Gunung Semeru, Gunung Lewotobi, dan Gunung Ibu. Polda di wilayah-wilayah tersebut telah disiagakan untuk melakukan langkah-langkah penanggulangan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Untuk memastikan kesiapan ini, Polri melakukan pengecekan terhadap kekuatan personel serta sarana dan prasarana pendukung. Waastamaops Kapolri Irjen Pol. Laksana menyatakan bahwa sebanyak 5.582 personel dari Mabes Polri disiapkan untuk diperbantukan kepada Polda yang memerlukan dukungan dalam menghadapi bencana. Dukungan ini tidak hanya berupa personel, tetapi juga peralatan seperti helikopter, kendaraan operasional, dapur lapangan, dan fasilitas kesehatan. Polri juga menyiapkan personel dengan kemampuan khusus untuk mendukung proses pencarian, evakuasi, dan perawatan korban, serta memberikan layanan trauma healing.















