Headline.co.id, Menteri Kesehatan Ri ~ Budi Gunadi Sadikin, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap dampak abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau. Dalam pernyataannya pada Jumat, 4 September 2026, Menkes menekankan pentingnya langkah-langkah perlindungan diri guna menghindari dampak kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh abu vulkanik tersebut.
Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa abu vulkanik dapat menyebabkan gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan kronis. Oleh karena itu, ia menyarankan masyarakat untuk menggunakan masker dan menghindari aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak. “Jangan panik, tetapi tetap waspada dan lindungi diri dengan cara yang tepat,” ujar Menkes.
Selain itu, Menkes juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Abu vulkanik yang menempel pada permukaan benda dapat menimbulkan iritasi jika terhirup atau terkena kulit. Oleh karena itu, membersihkan abu secara rutin dan menggunakan alat pelindung diri saat melakukannya sangat dianjurkan. Pemerintah daerah setempat juga diharapkan untuk memberikan informasi terkini kepada masyarakat mengenai kondisi terkini dan langkah-langkah yang harus diambil.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebagai langkah tindak lanjut, Kementerian Kesehatan telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan instansi terkait lainnya untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi kemungkinan peningkatan kasus gangguan pernapasan. Menkes menegaskan bahwa kesiapsiagaan dan kerjasama semua pihak sangat penting dalam menghadapi situasi ini. “Kita harus bersatu dan saling mendukung untuk mengatasi dampak dari aktivitas vulkanik ini,” tutup Budi Gunadi Sadikin.



















