Headline.co.id, Kabupaten Pidie ~ Aceh, menjadi percontohan dalam upaya rehabilitasi lahan pertanian yang rusak akibat bencana. Sebanyak 95 hektare sawah yang mengalami kerusakan berat ditargetkan untuk selesai direhabilitasi dalam waktu 30 hari. Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memulihkan sektor pertanian yang terdampak bencana alam.
Proses rehabilitasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan petani setempat. Pemerintah Kabupaten Pidie bekerja sama dengan instansi terkait untuk memastikan bahwa proses rehabilitasi berjalan lancar dan tepat waktu. Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan produktivitas lahan pertanian dan mendukung ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pidie, proyek ini tidak hanya fokus pada perbaikan fisik lahan, tetapi juga melibatkan pelatihan bagi petani untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola lahan secara berkelanjutan. “Kami ingin memastikan bahwa para petani memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menjaga lahan mereka tetap produktif di masa depan,” ujarnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain itu, pemerintah juga berencana untuk memantau perkembangan proyek ini secara berkala. Evaluasi akan dilakukan untuk menilai efektivitas dari metode rehabilitasi yang diterapkan. Jika berhasil, model ini akan diterapkan di daerah lain yang mengalami masalah serupa. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta solusi jangka panjang untuk mengatasi kerusakan lahan pertanian akibat bencana.













