Headline.co.id, Jogja ~ Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menciptakan inovasi baru berupa mesin bernama Femixa yang bertenaga surya untuk mengolah ampas kacang hijau menjadi pakan domba. Inovasi ini muncul sebagai solusi atas masalah yang dihadapi Peternakan Way Farm di Yogyakarta, yang menerima sekitar 400 kilogram ampas kacang hijau per hari. Dari jumlah tersebut, hanya 240 kilogram yang dapat dimanfaatkan, sementara sisanya terbuang akibat keterbatasan dalam proses pengolahan.
Tim mahasiswa UGM yang terdiri dari Abram Adityaswara, Dananjaya Sastra Jati, Mirza Dhiyaulhaq, Nafisah Aulia, dan Muhammad Haidillah Farhan, mengembangkan Femixa melalui Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan Iptek (PKM-PI). Mesin ini mengintegrasikan proses penurunan kadar air dan pencampuran bahan pakan dalam satu alat. Abram Adityaswara, ketua tim, menyatakan bahwa inovasi ini sangat membantu efisiensi dan efektivitas peternak dalam mengelola bahan limbah yang tersedia. “Dengan mekanisme pencampuran bertenaga motor pada Femixa, efisiensi kerja peternak meningkat signifikan dan kualitas pencampuran pakan menjadi lebih konsisten,” ujarnya.
Femixa bekerja dengan menggunakan pressing tool untuk menurunkan kadar air ampas kacang hijau sebelum dicampur dengan bahan pakan lainnya menggunakan sistem mixing yang digerakkan oleh motor. Desain ini dirancang untuk menghasilkan campuran pakan yang lebih homogen dan mengurangi kebutuhan tenaga serta waktu dalam proses pencampuran manual. Mengingat keterbatasan akses listrik di Way Farm, Femixa dilengkapi dengan sistem energi surya sebagai sumber daya operasionalnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Farhan, salah satu anggota tim, menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi adalah memastikan Femixa dapat menjadi alat yang berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan peternak. Proses ini masih memerlukan berbagai tahap pengujian dan trial and error untuk mencapai mekanisme yang optimal. “Pencapaian tim kami sejauh ini adalah berhasil mendapatkan pendanaan untuk implementasi alat ini. Tantangan berikutnya adalah bagaimana menerapkannya menjadi alat yang berkelanjutan dan terus melakukan trial and error agar sesuai dengan kebutuhan mitra,” jelas Farhan. Inovasi ini diharapkan dapat mengurangi potensi limbah ampas kacang hijau dan meningkatkan nilai ekonominya melalui pemanfaatan sebagai bahan pakan domba.




















