Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Agama (Kemenag) mengambil langkah cepat dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi rumah ibadah serta Kantor Urusan Agama (KUA) yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Upaya pemulihan ini dilakukan secara bertahap untuk memastikan rumah ibadah dapat kembali berfungsi dan layanan keagamaan kepada masyarakat dapat berjalan normal. Hal ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera yang diadakan di Jakarta pada Selasa, 1 September 2026.
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam mencatat bahwa sebanyak 434 masjid dan musala di Aceh dan Sumatera Utara akan menerima bantuan tahap kedua. Rinciannya, 306 lokasi di Aceh dan 128 lokasi di Sumatera Utara. Selain itu, Ditjen Bimas Kristen mencatat 6 gereja di Aceh dan 127 gereja di Sumatera Utara yang juga akan mendapatkan penanganan. Ditjen Bimas Katolik menyiapkan bantuan untuk 4 lokasi di Aceh dan 50 lokasi di Sumatera Utara. Sementara itu, Ditjen Bimas Hindu dan Buddha masing-masing menangani 7 dan 69 lokasi rumah ibadah di Sumatera Utara.
Rehabilitasi KUA juga menjadi fokus utama. Di Sumatera Utara, terdapat 30 lokasi KUA yang sedang dalam proses rehabilitasi, ditambah 10 lokasi tambahan. Di Sumatera Barat, tiga KUA, yaitu dua di Pesisir Selatan dan satu di Padang Pariaman, sedang dalam tahap penyiapan dokumen perencanaan. Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Aceh, Azhari, menyatakan bahwa penanganan rumah ibadah telah dimulai sejak masa tanggap darurat, dengan tahap pertama bantuan disalurkan kepada 50 masjid terdampak.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Di Sumatera Utara, Kepala Kanwil Kemenag, Ahmad Qosbi, menyampaikan bahwa rehabilitasi KUA di 30 lokasi ditambah 10 lokasi lainnya berjalan sesuai rencana, dengan beberapa pekerjaan ditargetkan selesai lebih cepat. Pemulihan juga menjangkau rumah ibadah agama lain, dengan Bimas Kristen menangani 127 gereja, Bimas Katolik di wilayah Keuskupan Medan dan Sibolga, serta Bimas Buddha dan Hindu masing-masing menangani 62 dan 7 lokasi rumah ibadah.
Di Sumatera Barat, bantuan tahap awal telah disalurkan ke 13 masjid dan 16 musala terdampak. Untuk KUA, Kemenag mengalokasikan Rp450 juta bagi tiga lokasi, dengan anggaran sudah masuk dalam DIPA Kanwil Kemenag Sumatera Barat. Fauqa Nuri Ichsan, perwakilan Kanwil Kemenag Sumatera Barat, menegaskan bahwa proses penyiapan dokumen perencanaan untuk pelaksanaan rehabilitasi sedang berlangsung. Kemenag terus berkoordinasi dengan pusat dan daerah untuk memastikan pemulihan rumah ibadah lintas agama dan KUA dapat berjalan optimal, tidak hanya dari segi fisik tetapi juga dalam memastikan aktivitas keagamaan dan pelayanan kepada masyarakat dapat kembali normal.


















