Headline.co.id, Jambi ~ 26 Agustus 2026 – Dalam upaya mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi, Polda Jambi mengerahkan 873 personel dalam Operasi Aman Nusa II-2026. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran di sejumlah wilayah rawan selama musim kemarau yang diperkirakan lebih panjang dan kering tahun ini. Kepala Bidang Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, menjelaskan bahwa personel tersebut terdiri dari 373 anggota Polda Jambi dan 500 anggota Polres jajaran, yang semuanya tergabung dalam Posko Terpadu Satgas Karhutla Provinsi Jambi.
Penanganan karhutla dilakukan dengan strategi berlapis, termasuk pencegahan, pemantauan titik panas (hotspot), patroli, pengecekan langsung ke lokasi, serta pemadaman melalui jalur darat dan udara. Edukasi masyarakat dan penegakan hukum juga menjadi bagian dari strategi ini. Berdasarkan data satelit Terra-Aqua SNPP dan NOAA 20, sejak 1 Januari hingga 23 Agustus 2026, tercatat 3.632 hotspot di Jambi dengan luas lahan terdampak mencapai 916 hektare. Wilayah-wilayah yang dipetakan sebagai daerah rawan lain Kabupaten Muaro Jambi, Batang Hari, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Tebo, Bungo, dan Merangin.
Pada 24 Agustus 2026, Satgas Karhutla mencatat 84 kegiatan pencegahan berupa sosialisasi, patroli, dan ground checking, serta 19 kegiatan pemadaman. Penanganan ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan TNI, Manggala Agni, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan unsur terkait lainnya. Untuk titik api yang sulit dijangkau melalui darat, operasi udara dilakukan dengan pemantauan hotspot dan pemadaman menggunakan water bombing, melibatkan personel dari Polri, TNI, BPBD, BMKG, dan Basarnas.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Operasi di lapangan menghadapi berbagai tantangan, seperti luas area terbakar, medan sulit, karakteristik lahan gambut, keterbatasan sumber air, serta cuaca panas dan angin kencang. Untuk mengatasi hal ini, Satgas memperkuat patroli rutin, mengoptimalkan personel, melakukan water bombing, membasahi lahan gambut, mencari sumber air, menyiapkan embung portabel dan mobil tangki, serta membuat sekat bakar dan kanal blocking. Pemprov Jambi juga mendorong Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) dengan menyediakan bantuan alat berat bagi masyarakat dan kelompok tani. Kesiapsiagaan diperkuat melalui penunjukan koordinator karhutla di tingkat kabupaten/kota, pemetaan wilayah rawan, penerbitan Surat Edaran Gubernur, serta penempatan personel di 81 pos terpadu.
















