Lima Tahun Berlalu, Kasus Pembunuhan Akseyna Dibuka Kembali

  • Whatsapp
Akseyna Ahad Dori, mahasiswa Universita indonesia yang tewas terbunuh.
Akseyna Ahad Dori, mahasiswa Universita indonesia yang tewas terbunuh. (foto: istimewa)

HeadLine.co.id, (Jakarta) – Kasus kematian Akseyna Ahad Dori yang terjadi pada 31 Maret 2015 kembali dibuka oleh kepolisian. Mabes Polri menjelaskan bahwa Polresta Depok telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ulang terkait kasus itu pada hari Senin, 3 Februari 2020.

“TKP sudah diolah kembali oleh Kapolres hari ini Kombes Azis Andriansyah, penyidik masih lakukan upaya penyelidikan,” ungkap Kombes Asep Adi Saputra selaku Kabag Penum Divisi Humas Polri.

Bacaan Lainnya

Jenazah Akseyna Ahad Dori, mahasiswa Universitas Indonesia jurusan Biologi Fakultas MIPA ditemukan di Danau Kenanga, Balairung UI lima tahun silam.

Baca Juga: Hermawan Pengancam Penggal Kepala Jokowi, Jalani Sidang Hari Ini

Jenazah pertama kali ditemukan oleh seorang mahasiswa sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah dilaporkan, polisi pun mengevakuasinya. Saat itu korban ditemukan dengan mengenakan sepatu kets warna hitam, celana jeans kelabu, dan kaos putih.

Akseyna diduga menjadi korban pembunuhan, terlihat dari batako yang terikat di tubuhnya, kemungkinan ia sengaja ditenggelamkan. Selain itu terdapat juga bekas kekerasan benda tumpul di kening korban.

Saat itu, polisi langsung mencari jejak pembunuh Akseyna namun mereka mengaku kesulitan karena tempat kejadian perkara (TKP) dan jenazah tidak lagi steril.

Baca Juga: Gelar FGD, Polda DIY Cari Solusi Kenakalan Remaja ‘Klitih’

Kombes Ahmad Subarkah selaku Kapolres Depok menjelaskan bahwa barang bukti yang dimiliki masih minim dan kesaksian saksi pun tidak ada. Hal ini menjadi hambatan dalam mengungkap kasus pembunuhan tersebut.

Polisi juga menindaklanjuti ‘surat wasiat’ yang ditemukan oleh teman Akseyna di kamar kos nya. Surat tersebut bertuliskan “Will not return for please dont search for existence my apologies for everything eternally”.

Polres Depok kemudian memanggil penganalisis tulisan tangan (grafolog) dari American Handwriting Analysis Foundation, Deborah Dewi.
Deborah membandingkan surat wasiat yang ditemukan di kos Akseyna dengan tulisan tangan lain dari mahasiwa asal Yogyakarta ini. Ia menyatakan surat wasiat Akseyna dibuat oleh dua orang.

Baca Juga: Pemakaman Gus Sholah Dihadiri Pejabat Negara Hingga Pengacara Kondang

“Ketika saya melihat dan menganalisa langsung dokumen asli dengan puluhan data pembanding asli pula maka hasil analisa awal tersebut bisa sama atau bahkan berubah 180 derajat. Namun ternyata hasilnya pun di luar dugaan saya sendiri. Tulisan tangan dibuat oleh 2 orang,” ungkapnya.

Kini setelah kasus ini dibuka kembali, sudah ada 28 saksi yang diperiksa oleh penyidik Polres Depok. Pihak kepolisian berjanji akan terus mengusut kasus ini hingga tuntas. Mereka mengatakan bahwa belum terungkapnya kasus pembunuhan Akseyna ini menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan pihak kepolisian.

Upaya pihak kepolisian disambut baik oleh keluarga. Mereka berharap kasus tewasnya Akseyna menemui titik terang dan tersangkanya bisa terungkap.

Kolonel Madoto, ayah Akseyna yang juga pengajar di Akademi Angkatan Udara (AAU) mengatakan bahwa mereka bersyukur ada progres oleh TKP lagi. “Kan selama ini sudah lama tidak terdengar kabar beritanya,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *