Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 1,53 juta pada bulan Juli 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk pelonggaran kebijakan perjalanan internasional dan promosi pariwisata yang gencar dilakukan oleh pemerintah.
Kepala BPS, Margo Yuwono, menyatakan bahwa kenaikan jumlah wisman ini merupakan sinyal positif bagi pemulihan sektor pariwisata Indonesia pasca-pandemi. “Kami melihat adanya tren positif dalam kunjungan wisatawan mancanegara, yang tentunya akan berdampak baik pada perekonomian nasional,” ujar Margo dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Sebagian besar wisatawan yang datang ke Indonesia berasal dari negara-negara Asia, seperti Malaysia, Singapura, dan Tiongkok. Selain itu, wisatawan dari Eropa dan Amerika juga menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan daya tarik destinasi wisata lokal dengan memperbaiki infrastruktur dan layanan pariwisata.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dalam upaya mempertahankan tren positif ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berencana untuk meluncurkan berbagai program promosi dan kerjasama internasional. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah dan pelaku industri pariwisata untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan. “Kami optimis bahwa dengan strategi yang tepat, sektor pariwisata Indonesia akan terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian,” kata Sandiaga.


















