Headline.co.id, Palangka Raya ~ Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya mengambil langkah proaktif dalam menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyiapkan ruang oksigen di 11 puskesmas. Langkah ini bertujuan untuk memberikan layanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat yang terdampak kabut asap akibat karhutla. Kepala Dinas Kesehatan Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo, menyatakan bahwa persiapan ini merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko kesehatan yang mungkin timbul.
Ruang oksigen tersebut disiapkan untuk menangani pasien yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap. Menurut Andjar, setiap puskesmas telah dilengkapi dengan fasilitas yang memadai untuk memberikan penanganan darurat. “Kami ingin memastikan bahwa masyarakat mendapatkan akses cepat terhadap layanan kesehatan, terutama bagi mereka yang rentan terhadap dampak asap,” ujar Andjar.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia dan peralatan medis. Pelatihan bagi tenaga kesehatan juga telah dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dalam menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan karhutla. “Kami terus memantau perkembangan situasi dan siap melakukan penyesuaian jika diperlukan,” tambah Andjar.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Langkah antisipatif ini diharapkan dapat meminimalisir dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh karhutla, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Dinas Kesehatan Palangka Raya juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti anjuran kesehatan selama musim kemarau ini. Dengan persiapan yang matang, diharapkan masyarakat dapat lebih terlindungi dari ancaman kesehatan akibat karhutla.


















