Headline.co.id, Sleman ~ Stefan Ashkovski, pemain asing PSS Sleman yang berposisi sebagai bek sayap, memiliki pengalaman berharga dari karier internasionalnya bersama Timnas Makedonia Utara. Ia pernah berhadapan dengan sejumlah bintang sepak bola dunia, seperti Marcus Rashford, Sandro Tonali, dan Jérémy Doku. Pengalaman ini kini ingin ia bagikan kepada para pemain muda di skuad Super Elja, sebagai modal penting dalam pengembangan karier mereka.
Salah satu momen paling berkesan bagi Ashkovski adalah ketika ia menghadapi Marcus Rashford di Stadion Old Trafford. Pertandingan tersebut berlangsung pada 19 Juni 2023, dalam laga Kualifikasi UEFA Euro 2024 Makedonia Utara dan Inggris. “Menghadapi dia di Stadion Old Trafford adalah momen penting saya dalam karier sepak bola profesional. Sudah kita ketahui dia adalah salah satu penyerang sayap terbaik di dunia,” ungkap Ashkovski dalam sebuah wawancara di Lapangan Pakembinangun, Sleman, pada 25 Agustus 2026.
Selain itu, Ashkovski juga mengingat duel sengitnya dengan Sandro Tonali saat Makedonia Utara bertemu Italia dalam Play-off Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2022 Zona Eropa. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Renzo Barbera, Palermo, Italia, pada 24 Maret 2022, menyajikan tantangan berbeda baginya. Meskipun bermain di luar posisi naturalnya, Ashkovski tetap tampil maksimal dan terlibat dalam beberapa duel perebutan bola dengan Tonali. “Di pertandingan tersebut, saya sempat beberapa kali duel perebutan bola serta melakukan psy war kepada dirinya,” kenangnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pengalaman menghadapi Jérémy Doku juga menjadi salah satu yang paling menantang bagi Ashkovski. Ia menyebut penyerang sayap Manchester City dan Timnas Belgia tersebut sebagai lawan yang paling sulit dihadapi. Sebelum pertandingan melawan Belgia, Ashkovski melakukan analisis mendalam terhadap permainan Doku. “Sudah pasti lawan paling berat saya hadapi adalah Jérémy Doku. Bagi saya dia adalah penyerang sayap terbaik,” tegasnya. Kelincahan dan variasi gerakan Doku membuatnya menjadi tantangan tersendiri bagi Ashkovski, yang menganggap laga tersebut sebagai salah satu pertempuran terberat dalam kariernya.




















