Headline.co.id, Jakarta ~ Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia terus diperkuat perannya sebagai Regional Development Bank guna mendukung ketahanan ekonomi daerah. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa BPD dapat berfungsi optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat sektor keuangan daerah dan memastikan distribusi sumber daya yang lebih merata.
Pada Kamis, 20 Agustus 2026, Kementerian Keuangan menegaskan pentingnya peran BPD dalam mendukung pembangunan ekonomi di tingkat regional. BPD diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah dengan menyediakan pembiayaan yang lebih terjangkau bagi usaha kecil dan menengah (UKM). Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing daerah dan menciptakan lapangan kerja baru.
Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Hadiyanto, menyatakan bahwa penguatan BPD akan dilakukan melalui peningkatan kapasitas manajemen dan teknologi. “Kami berkomitmen untuk mendukung BPD agar dapat beroperasi lebih efisien dan efektif,” ujarnya. Selain itu, BPD juga didorong untuk memperluas jangkauan layanan keuangan mereka, termasuk melalui digitalisasi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Rencana penguatan BPD ini juga melibatkan kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan sektor swasta. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sinergi BPD dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan demikian, BPD dapat berperan lebih signifikan dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah tantangan global yang semakin kompleks.


















