by

DITLANTAS POLDA DIY AJAK GENERASI MILLENNIAL CINTA LALU LINTAS

Headline.co.id ~ Yogyakarta. Selasa (12/2), Ditlantas Polda DIY lakukan sosialisasi etika berlalu lintas dan berdialog interaktif di SMK N 6 Yogyakarta. Dialog road show on the school diikuti 400 siswa dan guru. Sifat individualistis di jalan saat berkendara menjadi PR bagi generasi millennial yang harus diperbaiki melalui gerakan cinta lalu lintas. Dalam kegiatan ini juga dilakukan simulasi tertib berlalu lintas dan resiko bila melanggarnya.

Kepala sekolah SMK N 6 Yogyakarta, Wiwik Indriyani, SPd, M.Si, dalam sambutannya mendorong para siswa lebih memahami etika dalam berlalu lintas. SMK N 6 sendiri pernah menjadi sekolah percontohan tertib lalu lintas tahun 2013.

Pembicara Road Show On The School Ajak Generasi Millenial Tertib Lalu Lintas

“Generasi millennial menyumbang angka 55% lakalantas, sehingga melalui sosialisasi ini diharapkan minimal mengurangi angka kecelakaan dan dapat menggugah kesadaran. Ada setidaknya empat faktor yang menjadi penyebab kecelakaan yaitu, faktor manusia, kendaran dan alam atau cuaca serta kondisi jalan,” jelas AKBP Pujiono sekalu Wadir Binmas Polda DIY.

Program Millennial Road Sefty Festival (MRSF) dilaksanakan di seluruh Indonesia. Puncak acara dilaksanakan di Jakarta 30 Maret 2019 mendatang. Sementara di Jogja, MRSF rencana dilaksanakan 10 Maret 2019 mendatang. Siswa-siswa pelajar di Jogja silahkan mengikuti MRSF secara gratis yang rencana dilaksanakan di Titik 0 KM. Generasi millennial bisa belajar mengenai safety riding. Hal ini disampaikan Kasubdit Kamsel DItlantas Polda DIY AKBP Tri Iriani dihadapan generasi Millennial SMK N 6 Yogyakarta.

Siswa dan guru diharapkan selalu berhati-hati dalam berlalu lintas, perjalanan dalam meraih cita-cita harus dikawal, salah satunya dengan kesadaran berlalu lintas. Etika berlalu lintas dan berkendara adalah unsur terciptanya keselamatan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Hal ini ditambahkan Didit Suranto, ST, MT, selaku Kabid Keselamatan Dishub DIY.

SMK N 6 Yogyakarta menjadi Peserta Road Show on the School

Menurut Didit prestasi bisa diraih dengan disiplin belajar, hal ini serupa dengan berlalu lintas. Contohnya ketika menyeberangi jalan gunakan fasilitas jembatan penyeberangan atau zebra cross. Pantang menyeberang pada jalan yang menikung (tikungan), sangat berbahaya. Hati-hati saat akan melewati perlintasan sebidang. Kereta api tidak bisa berhenti secara mendadak. Prioritas jalan bagai kereta api sudah diatur dalam UU Perkeretaapian No. 23 Tahun 2007.

“Untuk melewati perlintasan sebidang yang tidak memiliki palang pintu, pengendara harus ekstra hati-hati. Berhenti sejenak, tengok kiri dan kanan untuk memastikan aman, baru lewat.” Imbuh Didit.

Menurut pihak PT. Jasa Raharja yang diwakili Hendratno B. Sutanto menyampaikan bahwa pihaknya melindungi dan menolong korban kecelakaan lalu lintas melalui santunan bagi korban kecelakaan. Santunan untuk korban meninggal diberikan hingga 60 juta, sementara untuk biaya perawatan maksimal 20 juta. Premi dibayarkan penumpang biasanya sudah termasuk dalam harga tiket. Meski demikian, santunan biasanya tidak dinikmati langsung oleh korban. Jadi kesimpulannya tetap keselamatan yang paling utama dan berharga.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed