Headline.co.id, Nagekeo ~ Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali berbenah setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut. Pada Minggu, 30 Agustus 2026, personel Polres Nagekeo bersama TNI bergotong royong membersihkan SDN Inpres Danga yang terdampak gempa. Kapolres Nagekeo, AKBP Rachmat Muchamad Salihi, menyatakan bahwa pihaknya memberikan bantuan tenaga untuk membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan akibat gempa.
Meskipun tidak ada bangunan sekolah yang roboh, beberapa dinding mengalami keretakan, sehingga lingkungan sekolah belum aman untuk kegiatan belajar mengajar. Personel TNI dan Polri bekerja sama membersihkan ruang kelas dari puing-puing dan menurunkan bagian plafon yang menggantung untuk mencegah risiko bagi siswa dan guru. Setelah pembersihan, meja dan kursi ditata kembali agar siap digunakan.
Selain ruang kelas, halaman sekolah juga dibersihkan dari daun kering dan kotoran lainnya. AKBP Rachmat menegaskan bahwa bantuan kepada masyarakat akan terus dilakukan selama proses pemulihan pascagempa. Bantuan yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, termasuk dukungan untuk kegiatan pendidikan seperti penyediaan tenda belajar, alat tulis, dan buku pelajaran.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kepala SDN Inpres Danga, Modesta A B Chlehang, menyampaikan bahwa kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung selama masa tanggap darurat 14-28 Agustus 2026. Namun, karena kondisi bangunan sekolah yang tidak aman, pembelajaran dilakukan di posko pengungsian dan titik kumpul siswa. Modesta berharap kondisi sekolah segera pulih agar siswa dan guru dapat kembali belajar di lingkungan sekolah dengan aman. Upaya gotong royong TNI-Polri ini merupakan bagian dari dukungan pemulihan masyarakat dan memastikan anak-anak mendapatkan tempat belajar yang layak setelah bencana.


















