Headline.co.id, Jakarta ~ 30 Agustus 2026 – Kinerja Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam mengamankan demonstrasi besar pada 27 Agustus 2026 mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Analis politik, Boni Hargens, menyatakan bahwa di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Polri berhasil menjaga situasi tetap kondusif selama aksi berlangsung. Keberhasilan ini, menurut Boni, tidak terlepas dari koordinasi yang baik Polri, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Badan Intelijen Negara (BIN).
Boni Hargens menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam menjaga keamanan nasional. “Ini bisa jadi preseden ke depan bahwa koordinasi dan kolaborasi antaragensi adalah keniscayaan dalam menjaga keamanan,” ujar Boni kepada media di Jakarta pada 28 Agustus 2026. Ia menambahkan bahwa istilah “angsa hitam” yang digunakannya merujuk pada kejadian tidak terduga yang dapat berkembang menjadi gangguan keamanan serius, yang memerlukan kesiapan dan kerja sama dari berbagai pihak.
Menurut Boni, pengamanan aksi massa dalam skala besar tidak dapat hanya mengandalkan satu institusi saja. Diperlukan kerja sama lintas lembaga untuk mengantisipasi potensi gangguan sejak dini. Ia menilai bahwa koordinasi yang melibatkan aparat kepolisian, TNI, dan unsur intelijen menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga situasi tetap terkendali. Sinergi ini, lanjutnya, harus terus diperkuat dan dijadikan acuan dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan di masa mendatang.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Boni berharap pola kerja sama yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan. Sinergi antarlembaga, menurutnya, penting untuk memastikan setiap potensi ancaman dapat diantisipasi secara cepat sehingga tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih besar. Dengan demikian, keamanan dan ketertiban masyarakat dapat terus terjaga, dan Polri bersama instansi terkait dapat terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

















