Headline.co.id, Jogja ~ Sebanyak enam mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih pendanaan untuk proyek sosial mereka dalam Asian Undergraduate Symposium (AUS) 2026. Acara ini diselenggarakan oleh NUS College di National University of Singapore (NUS) pada 6–18 Juli 2026. Program ini bertujuan untuk mengumpulkan mahasiswa dari berbagai negara Asia guna berkolaborasi dalam menyelesaikan isu sosial dan keberlanjutan. Tiga proyek yang melibatkan mahasiswa UGM mendapatkan Seed Grant untuk merealisasikan ide-ide mereka.
Delegasi UGM terdiri dari Clairina Elvina Indriani, Fazmi Rizki Al Ghifari, dan Jovita Melinda Susanti dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB); Dhio Amirul Muqsith Fajriyan dan Elizabeth Tyasayu Auradina dari Fakultas Psikologi; serta Zalfa Syahira dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Selama dua pekan, mereka mengikuti berbagai kegiatan, termasuk diskusi, pembelajaran langsung dengan komunitas, dan pengembangan proyek yang berfokus pada isu sosial dan keberlanjutan.
Dhio Amirul Muqsith Fajriyan mengungkapkan bahwa pengalaman paling berkesan selama mengikuti AUS adalah sesi belajar bersama komunitas. “Saya jadi lebih memahami bahwa meskipun pemerintah punya peran yang krusial bagi kemajuan bangsa, kekuatan komunitas juga sama pentingnya,” ujarnya. Tema AUS 2026 adalah Communities in Action dengan subtema Sustainability and Innovation, Inclusivity and Resilience, serta Heritage and Culture. Para peserta terlibat dalam diskusi akademik, lokakarya, kunjungan lapangan, dan interaksi langsung dengan komunitas.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dari 15 proyek yang memperoleh Seed Grant sebesar SG$5.000, tiga di antaranya melibatkan mahasiswa UGM. Fazmi Rizki Al Ghifari tergabung dalam tim AlirCita yang fokus pada pemberdayaan komunitas di Majalaya untuk menangani banjir. Elizabeth Tyasayu Auradina bergabung dengan tim E-MOTION, yang mengembangkan permainan papan interaktif untuk anak-anak di Filipina. Sementara itu, Clairina Elvina Indriani tergabung dalam tim Piring Ijo yang mengolah pelepah pinang menjadi piring biodegradable di Yogyakarta. Clairina berharap proyek ini dapat menciptakan peluang kerja dan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan usaha. Keikutsertaan mahasiswa UGM dalam AUS 2026 menunjukkan kontribusi mereka dalam kolaborasi internasional dan penyelesaian isu sosial lintas negara.


















