Headline.co.id, Jakarta ~ Investor asing memborong saham BMRI atau PT Bank Mandiri Tbk senilai bersih Rp140,01 miliar pada perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026, ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat ke level 6.525,69. Aksi beli tersebut menempatkan BMRI sebagai saham dengan net buy asing terbesar ketiga pada akhir pekan. Masuknya dana asing terjadi ketika saham-saham perbankan berkapitalisasi besar kembali menjadi salah satu penopang pasar saham Indonesia.
Saham BMRI berada di bawah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang mencatat net buy asing Rp628,49 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp269,09 miliar. Dengan nilai beli bersih Rp140,01 miliar, Bank Mandiri mengungguli sejumlah saham lain yang juga banyak dikoleksi asing pada perdagangan tersebut.
Akumulasi asing terhadap saham BMRI sekaligus mempertegas dominasi kelompok perbankan dalam daftar saham dengan pembelian bersih terbesar. Empat bank besar, yakni BBRI, BBCA, BMRI, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), bahkan menempati empat dari lima posisi teratas net buy asing pada Jumat.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Saham BMRI Masuk Tiga Besar Net Buy Asing
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing membukukan net buy sebesar Rp974,57 miliar di seluruh pasar pada Jumat, 21 Agustus 2026.
BBRI memimpin dengan pembelian bersih asing mencapai Rp628,49 miliar. BBCA menyusul di posisi kedua sebesar Rp269,09 miliar, sedangkan BMRI berada di peringkat ketiga dengan Rp140,01 miliar.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) berada tepat di bawah BMRI setelah membukukan net buy Rp137,3 miliar. Sementara BBNI melengkapi lima besar dengan nilai pembelian bersih asing Rp113,14 miliar.
Berikut 10 saham dengan net buy asing terbesar pada Jumat, 21 Agustus 2026:
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Rp628,49 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp269,09 miliar
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Rp140,01 miliar
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Rp137,3 miliar
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI): Rp113,14 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Rp99,03 miliar
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Rp27,61 miliar
- PT Timah Tbk (TINS): Rp26,91 miliar
- PT Mayora Indah Tbk (MYOR): Rp17,08 miliar
- PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS): Rp15,78 miliar
Komposisi tersebut menunjukkan saham perbankan menjadi salah satu tujuan utama dana asing pada perdagangan akhir pekan.
IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.525,69
Derasnya pembelian asing berlangsung ketika IHSG kembali bertahan di zona hijau. Mengacu pada data BEI, IHSG menguat 0,37 persen atau bertambah 24,10 poin menjadi 6.525,69 pada penutupan perdagangan Jumat.
Secara kumulatif, indeks telah mencatat kenaikan 3,55 persen sepanjang pekan.
Penguatan IHSG ditopang oleh enam indeks sektoral. IDX Infrastruktur mencatat kenaikan paling tinggi sebesar 0,47 persen, diikuti IDX Keuangan yang menguat 0,32 persen dan IDX Barang Konsumer Primer sebesar 0,23 persen.
IDX Perindustrian menguat 0,15 persen, sektor terkait transportasi dan logistik naik 0,15 persen, sedangkan IDX Energi bertambah 0,14 persen.
Sebaliknya, sejumlah sektor masih berada dalam tekanan. IDX Kesehatan melemah 0,88 persen, IDX Transportasi turun 0,48 persen, dan IDX Teknologi terkoreksi 0,46 persen.
IDX Properti dan Real Estate serta IDX Barang Konsumer Nonprimer masing-masing tercatat melemah 0,18 persen.
Transaksi Saham Jumat Capai Rp16,99 Triliun
Aktivitas perdagangan saham di BEI pada Jumat juga berlangsung cukup besar. Total volume perdagangan tercatat mencapai 53,24 miliar saham dengan nilai transaksi Rp16,99 triliun.
Sebanyak 319 saham ditutup menguat, sedangkan 294 saham melemah dan 178 saham tidak mengalami perubahan harga.
Kondisi tersebut berlangsung bersamaan dengan net buy asing di seluruh pasar sebesar Rp974,57 miliar.
Masuknya BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI dalam lima besar net buy juga sejalan dengan penguatan sektor keuangan sebesar 0,32 persen pada perdagangan hari itu.
Dana Asing Rp2,23 Triliun Masuk dalam Sepekan
Pembelian asing pada Jumat menjadi bagian dari derasnya aliran modal asing ke pasar saham Indonesia sepanjang periode 18-21 Agustus 2026.
Dalam periode tersebut, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp2,23 triliun di seluruh pasar. Nilai itu terdiri atas Rp548,58 miliar di pasar reguler serta sekitar Rp1,68 triliun di pasar negosiasi dan tunai.
Untuk perdagangan pasar reguler secara kumulatif selama empat hari tersebut, BBRI menjadi saham dengan net buy asing terbesar mencapai Rp745,3 miliar.
BBCA berada di posisi kedua dengan Rp409,1 miliar. Setelah dua saham perbankan tersebut, investor asing juga banyak mengakumulasi saham berbasis pertambangan dan komoditas.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) membukukan net buy Rp329,1 miliar, sedangkan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencapai Rp251,2 miliar.
Saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mencatat net buy Rp133,6 miliar, PT Timah Tbk (TINS) Rp125,1 miliar, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp88,6 miliar.
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) membukukan Rp40,1 miliar, BBNI Rp38,6 miliar, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp37,3 miliar.
BMRI tidak masuk dalam daftar 10 besar net buy asing pasar reguler secara kumulatif periode 18-21 Agustus tersebut. Namun, pada perdagangan Jumat, saham Bank Mandiri langsung menempati posisi ketiga saham yang paling banyak dibeli bersih investor asing.
BBRI Jadi Penggerak Utama IHSG
Selain mencatat net buy asing terbesar, BBRI menjadi salah satu saham yang memberikan kontribusi besar terhadap penguatan IHSG pada akhir pekan.
Saham BBRI ditutup melesat 2,87 persen menjadi Rp3.230 per saham pada Jumat dan memberikan kontribusi sekitar 14,01 poin terhadap indeks.
BBCA juga tetap menjadi salah satu tujuan utama investor asing, baik secara harian maupun sepanjang periode 18-21 Agustus 2026.
Kecenderungan tersebut memperlihatkan kuatnya arus pembelian asing terhadap saham-saham perbankan besar ketika IHSG kembali bergerak di atas level psikologis 6.500.
Saham Komoditas Juga Diburu Investor Asing
Selain perbankan, saham berbasis komoditas dan pertambangan juga mendominasi daftar net buy asing sepanjang pekan.
AMMN mencatat pembelian bersih asing Rp329,1 miliar pada periode 18-21 Agustus, sedangkan ANTM mencapai Rp251,2 miliar.
PSAB, TINS, BRMS, dan INCO turut masuk daftar saham dengan net buy asing terbesar di pasar reguler.
Pada perdagangan Jumat, ANTM kembali masuk daftar 10 besar dengan pembelian bersih asing Rp99,03 miliar. TINS juga mencatat net buy Rp26,91 miliar.
Data tersebut menunjukkan aliran dana asing tidak hanya terkonsentrasi pada sektor finansial, tetapi juga menyasar emiten-emiten yang bergerak di sektor komoditas.
Investor Menanti Data Ekonomi Indonesia
Di tengah aliran dana asing dan penguatan IHSG, pelaku pasar masih mencermati sejumlah sentimen dari dalam maupun luar negeri.
Dari eksternal, pasar dibayangi perkembangan konflik Amerika Serikat-Iran, pergerakan yield US Treasury, serta risalah Federal Open Market Committee (FOMC) yang menunjukkan adanya perdebatan mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada rilis Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) dan data transaksi berjalan kuartal II-2026 dari Bank Indonesia.
Data tersebut akan menjadi salah satu indikator yang diperhatikan pasar untuk melihat peluang keberlanjutan arus modal asing ke pasar saham domestik.
Dengan net buy mencapai Rp140,01 miliar pada Jumat, saham BMRI kini menjadi salah satu emiten perbankan yang mendapat perhatian besar investor asing pada akhir pekan. Pergerakan dana asing berikutnya akan menjadi salah satu faktor yang turut menentukan arah saham-saham perbankan dan IHSG pada perdagangan selanjutnya.




















