Headline.co.id, Banjarbaru ~ Polda Kalimantan Selatan mengambil langkah strategis dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan membangun 12 kolam portabel di tiga titik prioritas di Banjarbaru. Langkah ini diambil untuk mendekatkan sumber air ke lokasi kebakaran, yang selama ini menjadi kendala utama dalam proses pemadaman. Kapolda Kalsel, Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, menjelaskan bahwa jarak yang jauh sumber air dan titik api sering kali menghambat efektivitas kerja petugas di lapangan.
Kolam portabel yang dibangun memiliki kapasitas 12 ribu liter dan dirancang menyerupai kolam bioflok. Kapolda Rosyanto menegaskan bahwa dengan adanya kolam ini, ketersediaan air dapat terjamin di lokasi kebakaran. Sumber air utama untuk mengisi kolam ini diambil dari embung terdekat, sumur bor, dan hidran yang tersedia di sekitar lokasi.
Pemilihan kolam portabel dinilai lebih efisien dibandingkan dengan pembuatan embung atau kolam konvensional yang memerlukan penggalian tanah. Terlebih lagi, di tengah musim kemarau panjang saat ini, sumber air bawah tanah semakin menipis. “Kolam portabel ini bisa dibongkar pasang dengan cepat dan dapat dimanfaatkan kembali sesuai kebutuhan masyarakat,” tambah Kapolda Rosyanto.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan karhutla di Kalimantan Selatan, mengingat tantangan yang dihadapi petugas di lapangan. Dengan ketersediaan air yang lebih dekat, diharapkan upaya pemadaman dapat dilakukan lebih cepat dan efisien, sehingga dampak kebakaran dapat diminimalisir.



















