Headline.co.id, Nagekeo ~ Polri mengambil langkah cepat dalam menangani dampak gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mendirikan puluhan posko dan menyediakan berbagai fasilitas darurat. Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melaporkan langsung perkembangan ini kepada Presiden RI Prabowo Subianto saat kunjungannya ke Nagekeo, NTT, pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Dalam upaya ini, Polri tidak hanya mendukung posko utama dan satuan tugas yang dibentuk oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tetapi juga mendirikan posko cadangan di beberapa wilayah Polres yang terdampak. “Selain Satgas ataupun posko yang dibuat oleh Kepala BNPB, kami juga membantu membuatkan posko cadangan,” ujar Listyo Sigit.
Untuk memperkuat layanan kepada warga terdampak, Polri telah mendirikan 20 posko tanggap darurat, 9 posko kesehatan, dan 9 posko trauma healing. Selain itu, Polri juga menyediakan 45 unit tenda, 10 unit water treatment, dan 7 unit kendaraan dapur umum lapangan. Fasilitas ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta mendukung pelayanan kesehatan dan pemulihan psikologis warga yang terdampak gempa.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dukungan Polri tidak berhenti pada penyediaan fasilitas. Mereka juga mengerahkan bantuan logistik dari Mabes Polri dan jajaran Polda di berbagai daerah, dengan total logistik yang berhasil dihimpun mencapai sekitar 284,54 ton. Selain itu, anggota Polri secara sukarela mengumpulkan dana sebesar Rp12,68 miliar yang akan disalurkan melalui Kapolda untuk mendukung berbagai kebutuhan penanganan di lapangan. “Kami gotong royong iuran para anggota, saat ini kami titip nanti ke Pak Kapolda Rp12,68 miliar Pak, untuk membantu kegiatan-kegiatan yang sifatnya diperlukan,” kata Listyo Sigit. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memperkuat respons tanggap darurat dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar serta mempercepat pemulihan pascagempa di NTT.
















