Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengintensifkan penggunaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap peningkatan intensitas kebakaran yang mengancam wilayah tersebut. Operasi ini dilakukan dengan harapan dapat menurunkan hujan buatan yang akan membantu memadamkan api dan mencegah penyebaran lebih lanjut.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyatakan bahwa OMC merupakan salah satu strategi utama dalam penanganan karhutla di Kalimantan Barat. “Kami berupaya semaksimal mungkin untuk mengurangi dampak kebakaran hutan dan lahan dengan memanfaatkan teknologi modifikasi cuaca,” ujarnya. Suharyanto menambahkan bahwa operasi ini dilakukan dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI Angkatan Udara.
Operasi modifikasi cuaca ini telah dimulai sejak awal bulan dan direncanakan berlangsung hingga akhir musim kemarau. BNPB menargetkan penurunan intensitas kebakaran secara signifikan melalui operasi ini. Selain itu, BNPB juga mengerahkan tim darat untuk melakukan pemadaman langsung di lokasi-lokasi yang terdampak. “Kami berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan operasi berjalan lancar dan efektif,” tambah Suharyanto.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain upaya teknis, BNPB juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah terjadinya karhutla. Edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan terus digalakkan. “Kesadaran masyarakat sangat penting dalam mencegah kebakaran. Kami berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk menjaga lingkungan,” tutup Suharyanto. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dampak karhutla dapat diminimalisir dan kondisi lingkungan di Kalimantan Barat dapat segera pulih.
















