Headline.co.id, Jakarta ~ BTP Jakarta mengumumkan penutupan permanen Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 183 di Rangkasbitung yang akan berlaku mulai 4 September 2026. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya peningkatan keselamatan dan efisiensi transportasi di wilayah tersebut. Penutupan ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan yang sering terjadi di perlintasan sebidang.
Menurut keterangan resmi dari BTP Jakarta, penutupan ini merupakan langkah strategis dalam rangka modernisasi sistem perkeretaapian di daerah Rangkasbitung. “Kami berkomitmen untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna transportasi kereta api,” ujar juru bicara BTP Jakarta. Selain itu, penutupan ini juga diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas di sekitar area tersebut.
Sebagai tindak lanjut dari penutupan ini, BTP Jakarta telah merencanakan pembangunan infrastruktur pendukung seperti jembatan layang atau terowongan untuk menggantikan fungsi JPL 183. Proyek ini diproyeksikan akan selesai dalam beberapa tahun ke depan, dengan tujuan untuk menyediakan jalur alternatif yang lebih aman dan efisien bagi masyarakat.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Masyarakat di sekitar Rangkasbitung diimbau untuk mematuhi rambu-rambu dan petunjuk yang telah dipasang di sekitar lokasi penutupan. BTP Jakarta juga bekerja sama dengan pihak kepolisian dan dinas perhubungan setempat untuk memastikan transisi berjalan lancar dan mengurangi dampak terhadap aktivitas sehari-hari warga.




















