Headline.co.id, Probolinggo ~ Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Probolinggo bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengadakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Taman Maramis, Kota Probolinggo, pada Selasa (12/5/2026). Acara ini disambut antusias oleh masyarakat yang sejak pagi sudah memadati lokasi untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Berbagai komoditas dijual dalam kegiatan tersebut, termasuk beras SPHP, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, tepung terigu, cabai, bawang putih, produk UMKM lokal, hingga hasil peternakan warga. Stok beras SPHP yang disediakan mencapai dua ton. Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, turut hadir untuk meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dan membandingkan harga kebutuhan pokok dengan harga di pasaran.
Menurut Wali Kota Aminuddin, kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan serta membantu masyarakat memenuhi kebutuhan menjelang Iduladha. “Ini beras premium SPHP kualitas bagus dari Bulog, harganya hanya Rp55 ribu. Padahal di pasaran bisa sampai Rp72 ribu. Selisihnya lumayan besar, hampir Rp18 ribu,” ujarnya saat berdialog dengan pedagang dan warga.
Selain beras, sejumlah bahan pokok lain juga dijual dengan harga lebih murah, seperti minyak goreng Rp15 ribu hingga Rp16 ribu per liter, telur ayam Rp24 ribu per kilogram (kg), tepung terigu Rp10 ribu per kg, dan bawang putih sekitar Rp26 ribu per kg. Wali Kota menyatakan bahwa pelaksanaan GPM dilakukan secara cepat agar masyarakat dapat segera memanfaatkan program tersebut.
Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari sejumlah komoditas yang habis terjual sebelum kegiatan berakhir, seperti minyak goreng Minyakita, gula pasir, bawang putih, dan telur ayam. Selain bahan pokok, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai produk lokal, di antaranya telur puyuh, jamur tiram, ikan asap, dan produk olahan UMKM.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga memperkenalkan pengembangan pisang cavendish dan budidaya telur puyuh sebagai potensi ekonomi baru bagi masyarakat Kota Probolinggo. Pemkot Probolinggo memastikan bahwa Gerakan Pangan Murah akan terus dilaksanakan secara bergilir di sejumlah wilayah untuk menjaga daya beli masyarakat dan menekan laju inflasi daerah.
“Mudah-mudahan ini bisa membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama menjelang Iduladha. Warga bisa datang ke lokasi Gerakan Pangan Murah dan berbelanja tanpa perlu menunjukkan KTP,” pungkasnya.





















