Headline.co.id, Kementerian Pendidikan ~ Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen) mengambil langkah strategis dengan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi 571 ribu murid yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap kondisi udara yang memburuk akibat karhutla yang melanda beberapa wilayah di Indonesia.
Menurut data yang dihimpun, karhutla telah mempengaruhi kualitas udara di sejumlah daerah, sehingga mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Iwan Syahril, menyatakan bahwa PJJ menjadi solusi sementara untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan meskipun kondisi lingkungan tidak mendukung. “Kami berkomitmen untuk menjaga agar pendidikan tetap dapat diakses oleh semua siswa, meskipun dalam situasi darurat seperti ini,” ujar Iwan.
Langkah ini juga didukung oleh koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan pelaksanaan PJJ berjalan lancar. Iwan menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai materi pembelajaran yang dapat diakses secara daring oleh para siswa. Selain itu, sekolah-sekolah di daerah terdampak juga diimbau untuk memanfaatkan teknologi dan sumber daya yang ada guna mendukung pelaksanaan PJJ.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kemendikbudristek terus memantau perkembangan situasi karhutla dan dampaknya terhadap pendidikan. Rencana tindak lanjut akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan, termasuk kemungkinan perpanjangan PJJ jika kualitas udara belum membaik. Dengan langkah ini, diharapkan hak pendidikan anak-anak tetap terjamin meskipun di tengah tantangan bencana alam.





















