Headline.co.id, Polda Jambi Bersama Pemerintah Provinsi Jambi Melaksanakan Penanaman Bawang Putih Secara Serentak Di Kayu Aro ~ Kabupaten Kerinci, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 20 Agustus 2026, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, serta Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin. Penanaman ini bertujuan untuk mendukung percepatan swasembada bawang putih di Indonesia.
Penanaman dilakukan di lahan seluas 0,125 hektare milik kelompok tani Agri Mulyo di Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Kayu Aro. Jenis bawang putih yang ditanam adalah Lumbu Hijau. Selain penanaman, acara ini juga dirangkaikan dengan pemberian bantuan sosial kepada kelompok tani dan pelayanan kesehatan gratis, termasuk pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah. Kegiatan ini menunjukkan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam upaya meningkatkan produksi pangan dalam negeri.
Setelah penanaman, para pejabat mengikuti Zoom Meeting yang dipusatkan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pertemuan ini dipimpin oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan dihadiri oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman serta pejabat terkait lainnya. Kapolda Jambi menegaskan bahwa Polri siap mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan. “Polri tentunya siap mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi membutuhkan sinergi seluruh stakeholder,” ujar Irjen Pol. Krisno H. Siregar.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kapolda Jambi juga menekankan pentingnya keberlanjutan program ini. Ia mengingatkan agar kegiatan ini tidak hanya berhenti pada seremoni penanaman, tetapi juga harus diikuti dengan pengawalan proses budidaya hingga panen. “Jangan sampai kegiatan ini hanya berhenti pada penanaman. Harus kita kawal bersama mulai dari proses budidaya sampai hasil panennya,” tambahnya. Dengan demikian, diharapkan program ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.



















