Headline.co.id, Malang ~ Sebanyak 1.000 pohon ditanam di area Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, Malang, Jawa Timur, dalam rangkaian Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI 2026. Kegiatan yang melibatkan santri dan peserta perkemahan tersebut menjadi bagian dari gerakan peduli lingkungan sekaligus pembelajaran ekoteologi. Penanaman dilakukan untuk menghijaukan kawasan pesantren dan menumbuhkan kepedulian santri terhadap kelestarian alam. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur dan pengasuh pesantren melakukan penanaman secara simbolis pada Sabtu (3/10/2026).
1.000 Pohon untuk Penghijauan Pesantren
Penanaman 1.000 pohon di Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo menjadi salah satu kegiatan lingkungan dalam rangkaian PPSN VI 2026. Aksi tersebut tidak hanya diarahkan untuk menambah penghijauan di kawasan pesantren, tetapi juga menjadi sarana bagi santri dan peserta perkemahan untuk memahami pentingnya menjaga lingkungan melalui tindakan nyata.
Beragam jenis pohon ditanam dalam kegiatan tersebut, yakni pule, mangga, maja, dan tabebuya. Pemilihan jenis pohon dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi serta karakteristik tanah di kawasan Pesantren An-Nur II.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pertimbangan tersebut dimaksudkan agar pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat dalam jangka panjang. Penempatan setiap jenis pohon juga disesuaikan dengan lokasi yang dianggap cocok berdasarkan kondisi tanah dan kebutuhan pertumbuhannya.
Khofifah: Cinta Lingkungan Diwujudkan dengan Menanam Pohon
Khofifah Indar Parawansa didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar dan pengasuh Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo saat melakukan penanaman secara simbolis.
Khofifah mengatakan, rencana penanaman 1.000 pohon dalam rangkaian PPSN VI 2026 dipersiapkan melalui sejumlah tahapan. Persiapan itu mencakup pemilihan jenis pohon, penentuan lokasi penanaman, hingga teknis pelaksanaan kegiatan.
Koordinasi dilakukan bersama jajaran terkait di Jawa Timur dan Kementerian Agama agar gerakan penanaman pohon tersebut dapat direalisasikan dengan baik.
“Intinya, cinta lingkungan salah satunya diwujudkan dengan menanam pohon,” ujar Khofifah, Sabtu (3/10/2026).
Menurut Khofifah, penentuan titik penanaman diserahkan kepada pengasuh Pesantren An-Nur II. Langkah tersebut dilakukan agar setiap pohon dapat ditempatkan pada lokasi yang sesuai dengan karakteristik tanah dan kebutuhan pertumbuhannya.
Dimaknai sebagai Sedekah Oksigen
Khofifah memaknai gerakan penanaman 1.000 pohon itu sebagai bentuk “sedekah oksigen” sekaligus wujud kepedulian santri terhadap lingkungan. Pohon-pohon yang ditanam diharapkan tidak hanya memperkuat penghijauan kawasan pesantren, tetapi juga memberikan manfaat ekologis bagi lingkungan dan generasi mendatang.
Kegiatan tersebut menempatkan santri dan peserta PPSN sebagai pihak yang terlibat langsung dalam aksi lingkungan. Melalui penanaman pohon, mereka tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pentingnya kelestarian alam, tetapi juga menjalankan kegiatan konkret untuk mendukungnya.
Dalam perspektif ekoteologi, kepedulian terhadap alam dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana dan nyata. Menanam serta merawat pohon menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan dan menjalankan tanggung jawab manusia dalam memelihara bumi.
Dengan demikian, penanaman pohon di Pesantren An-Nur II tidak berhenti pada kegiatan penghijauan. Aksi tersebut juga menjadi pembelajaran bagi santri bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dilakukan melalui keterlibatan langsung, mulai dari memilih jenis tanaman, menentukan lokasi penanaman, hingga merawat pohon agar memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















