Headline.co.id, Depok ~ Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) membekali kementerian dan lembaga (KL) dengan strategi penguatan keamanan ekosistem pemerintah digital melalui Kegiatan Kepatuhan dan Tata Kelola Keamanan Informasi (KATA KAMI) edisi kedua 2026. Kegiatan tersebut digelar secara hibrida di Auditorium Roebiono Kertopati, Depok, Selasa (29/9/2026), untuk memperkuat kepatuhan dan ketangguhan instansi menghadapi kejahatan siber yang semakin canggih. Forum lintas KL itu membahas penerapan regulasi keamanan, kebijakan pemerintah digital, keamanan aplikasi berbasis web, perlindungan data, serta strategi kriptografi tahan kuantum. Penguatan dilakukan agar transformasi digital pemerintah dapat berjalan dengan ekosistem yang tangguh dan berkelanjutan.
Direktur Keamanan Siber Pemerintah Pusat BSSN Chairul Akbar Hutasuhut menjelaskan, forum KATA KAMI menjadi instrumen pembinaan bagi instansi pemerintah. Forum tersebut diarahkan untuk mendorong peningkatan tingkat kepatuhan sekaligus ketangguhan instansi dalam menghadapi dinamika ancaman siber.
Pelaksanaan KATA KAMI menjadi bagian dari upaya BSSN mengawal laju transformasi digital pemerintah agar tidak menghadapi berbagai celah kerentanan siber. Melalui forum ini, penerapan peraturan keamanan dibahas secara lintas sektor untuk mendukung tata kelola digital pemerintah yang dapat diterapkan secara terukur dan efektif.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Keamanan Pemerintah Digital Perlu Dibangun Sejak Hulu
Sandiman Ahli Utama BSSN Maria Widyaningsih menekankan pentingnya mengintegrasikan aspek keamanan sejak tahap awal proses transformasi digital. Menurut dia, kebutuhan keamanan harus ditelaah secara cermat dengan mempertimbangkan karakteristik dan peta risiko masing-masing instansi.
Pendekatan tersebut menempatkan keamanan bukan hanya sebagai bagian akhir dari pengembangan layanan digital. Setiap instansi perlu memperhatikan kondisi dan risikonya ketika merumuskan serta menerapkan langkah pengamanan dalam proses transformasi digital.
Dalam forum itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai rumusan kebijakan keamanan dalam RPerpres Pemerintah Digital. Materi tersebut disampaikan oleh Aris Munandar sebagai bagian dari sesi transfer wawasan yang membahas aspek strategis dan teknis keamanan informasi.
BSSN Bahas Kriptografi Tahan Kuantum
Selain kebijakan dan tata kelola, KATA KAMI edisi kedua 2026 membahas ancaman teknologi komputasi masa depan. Anjariah Dwi Astuti memaparkan strategi implementasi kriptografi tahan kuantum untuk menangkal ancaman yang dapat muncul dari perkembangan teknologi komputasi.
Pembahasan mengenai kriptografi tahan kuantum menjadi salah satu materi futuristik dalam forum tersebut. Materi itu melengkapi pembahasan keamanan pemerintah digital yang mencakup kebijakan, pengelolaan risiko, dan penerapan standar teknis.
Dari perspektif birokrasi, Asisten Deputi Kementerian PANRB Agi Agung Galuh Purwa, yang mengikuti kegiatan secara virtual, menyoroti pentingnya kolaborasi dan kesadaran terhadap regulasi. Keterlibatan lintas kementerian dan lembaga dinilai menjadi bagian dari penguatan penerapan keamanan dalam penyelenggaraan pemerintah digital.
Materi Mencakup Keamanan Aplikasi dan Perlindungan Data
Sesi pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Christopher Ralin Anggoman dan Hendra Fernanda. Keduanya mengulas standar keamanan aplikasi berbasis web serta perlindungan data presisi dengan menggunakan sandi kriptografi.
Materi tersebut memperluas cakupan penguatan kapasitas peserta, dari pemahaman kebijakan hingga aspek teknis yang berkaitan dengan aplikasi dan data. Pembahasan juga menunjukkan bahwa pengamanan ekosistem pemerintah digital mencakup berbagai lapisan, mulai dari tata kelola, kepatuhan regulasi, pemetaan risiko, hingga penggunaan teknologi kriptografi.
BSSN berharap kerja sama lintas sektor dalam forum KATA KAMI dapat memperkuat perlindungan tata kelola digital pemerintahan. Upaya tersebut ditujukan agar penerapan keamanan informasi ke depan berlangsung secara terukur dan efektif.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.





















