Headline.co.id, Desa Purwosari Di Ngawi ~ Jawa Timur, menjadi saksi dari inisiatif sosial yang digagas oleh Joko Purnomo, Ketua Kelompok Tani Sri Makmur. Pada 14 Agustus 2026, Joko mengungkapkan bagaimana ia dan kelompok taninya memanfaatkan sisa hasil usaha (SHU) dari kios pupuk untuk membangun depot air minum isi ulang yang dapat diakses secara gratis oleh warga desa. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar yang sebagian besar berprofesi sebagai petani.
Joko Purnomo menjelaskan bahwa depot air minum ini adalah hasil dari usaha bersama kelompok tani yang dipimpinnya. “Alhamdulillah ini bentuk kepedulian daripada kelompok tani Sri Makmur bersama anggota-anggotanya. Kami menyediakan air bersih, ini hasil daripada usaha bersama dari SHU pupuk,” ujarnya dalam wawancara dengan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI. Sekitar 200 keluarga di Desa Purwosari memanfaatkan fasilitas ini, dengan 80 persen warga mengambil air dari depot tersebut.
Meskipun air minum disediakan secara gratis, warga tetap menunjukkan kepedulian dengan memberikan sumbangan sukarela. Uang yang terkumpul, mulai dari Rp2.000 hingga Rp5.000, digunakan untuk biaya perawatan dan operasional depot. Joko memastikan bahwa peralatan depot dibersihkan dan saringan air dikontrol secara berkala setiap dua pekan. Dengan biaya operasional harian sekitar Rp3.000, depot ini mampu memenuhi kebutuhan air minum warga setiap hari.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kepedulian Joko terhadap petani berakar dari pengalamannya sebagai anak petani. Sejak kecil, ia telah akrab dengan kehidupan di sawah. Pada tahun 2006, tanpa persiapan, Joko terpilih menjadi ketua kelompok tani dalam sebuah pertemuan. Meski awalnya tidak memahami peran tersebut, ia belajar dan berusaha mengembangkan kelompok tani. Melalui kebijakan yang meringankan biaya produksi, seperti subsidi pupuk, Joko dan kelompoknya berhasil mengumpulkan dana untuk membangun depot air minum. Inisiatif ini menunjukkan bahwa keberhasilan petani tidak hanya diukur dari hasil panen, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas.



















