Headline.co.id, Sidenreng Rappang ~ Polri mengambil langkah inovatif dengan mengerahkan water cannon untuk membantu mengatasi kekeringan yang melanda Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Langkah ini dilakukan untuk menyelamatkan sekitar 1.300 hektare lahan pertanian yang terancam gagal panen akibat kekurangan air. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Pada Kamis, 13 Agustus 2026, water cannon yang biasanya digunakan untuk pengendalian massa, kali ini difungsikan untuk menyiram lahan pertanian yang mengalami kekeringan parah. Langkah ini diambil setelah koordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan para petani yang terdampak. Dengan memanfaatkan kapasitas besar dari water cannon, Polri berharap dapat memberikan solusi sementara untuk masalah irigasi yang dihadapi para petani di Sidrap.
Kombes Pol. Arief Budiman, Kepala Divisi Humas Polri, menyatakan bahwa penggunaan water cannon ini adalah bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya para petani yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan. “Kami berupaya memberikan bantuan nyata kepada masyarakat, terutama di sektor pertanian yang sangat vital bagi kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Arief menambahkan bahwa langkah ini juga diharapkan dapat menginspirasi instansi lain untuk berinovasi dalam menghadapi tantangan serupa.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain itu, Polri juga berencana untuk terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan siap memberikan bantuan lebih lanjut jika diperlukan. Kerja sama dengan instansi terkait dan masyarakat setempat akan terus ditingkatkan untuk memastikan bahwa lahan pertanian di Sidrap dapat kembali produktif. Dengan demikian, diharapkan hasil panen dapat memenuhi kebutuhan pangan lokal dan mengurangi dampak ekonomi akibat kekeringan.

















