Headline.co.id, Magelang ~ Gunung giyanti magelang menjadi salah satu alternatif wisata pegunungan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang kini dapat dijangkau menggunakan kendaraan bermotor hingga kawasan puncak melalui jalur tertentu. Gunung dengan ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut berada di Kecamatan Windusari dan menawarkan lebih dari satu pilihan puncak. Akses kendaraan dimungkinkan setelah sejumlah bagian jalur diperlebar dan diperbaiki, sehingga wisatawan tidak selalu harus melakukan pendakian penuh untuk menikmati kawasan Gunung Giyanti.
Keberadaan gunung giyanti magelang sebagai destinasi yang bisa dijangkau menggunakan sepeda motor terlihat melalui unggahan Instagram @linggarjatijoglo. Salah satu akses yang ditampilkan adalah jalur melalui Gunung Giyanti Basecamp Puncak Merah Putih di Desa Balesari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Dalam tayangan tersebut, kendaraan bermotor terlihat memasuki jalur yang sebelumnya dikenal sebagai bagian dari jalur pendakian.
Selain akses menuju Puncak Merah Putih, gunung giyanti magelang juga mempunyai jalur melalui Basecamp Anjraha yang dapat digunakan menuju Puncak Gilimantren dan Puncak Makam. Jalur ini menjadi pilihan lain bagi pengunjung yang ingin mencapai kawasan puncak tanpa melakukan pendakian dari bawah. Pemandangan hutan pinus, perkebunan masyarakat, hingga panorama sejumlah gunung di Jawa Tengah menjadi daya tarik perjalanan tersebut.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dua Jalur Gunung Giyanti yang Bisa Dilalui Kendaraan
Salah satu titik keberangkatan menuju Gunung Giyanti adalah Basecamp Puncak Merah Putih yang berlokasi di Desa Balesari, Windusari. Jalur menuju kawasan puncak melalui basecamp tersebut kini disebut dapat dilalui kendaraan bermotor.
Kondisi akses terlihat mengalami sejumlah perbaikan. Jalur perjalanan telah diperlebar pada beberapa bagian sehingga memungkinkan sepeda motor melintas menuju kawasan atas Gunung Giyanti.
Perbaikan jalur juga terlihat melalui keberadaan papan peringatan serta pagar pada salah satu titik perjalanan. Wisatawan yang menggunakan jalur Basecamp Puncak Merah Putih dikenai biaya masuk sebesar Rp10.000.
Pilihan lainnya adalah Basecamp Anjraha di Plalar, Genito, Kecamatan Windusari. Jalur ini sudah sejak lama biasa dilalui sepeda motor untuk menuju Puncak Gilimantren serta Puncak Makam yang juga menjadi tujuan wisata religi.
Meski dapat dilalui kendaraan, pengunjung tetap perlu memperhatikan karakter jalur Gunung Giyanti. Sebagian perjalanan berupa tanah merah yang diapit hutan pinus dan tanaman kopi. Kondisi tanah tersebut dapat menjadi licin ketika musim hujan.
Puncak Gunung Giyanti Bukan Hanya Merah Putih
Gunung Giyanti selama ini mungkin lebih dikenal melalui Puncak Merah Putih, termasuk jalur pendakian via Malanggaten. Namun, gunung tersebut juga memiliki Puncak Gilimantren yang berada di sisi utara Gunung Giyanti.
Untuk menuju Puncak Gilimantren, pengunjung dapat memulai perjalanan melalui Basecamp Anjraha. Rute perjalanan melewati kawasan perkebunan milik masyarakat setempat sebelum memasuki kawasan hutan pinus Gunung Giyanti.
Suasana jalur menuju Gilimantren relatif menawarkan ketenangan karena tidak selalu dipadati pendaki. Dalam catatan perjalanan yang menjadi bagian dari bahan informasi, suasana alam menjadi salah satu pengalaman yang paling menonjol selama perjalanan menuju puncak.
“Sepanjang jalan, saya ditemani oleh suara ketenangan, beserta kicauan burung di alam liar dan sesekali suara embusan angin yang membelai pepohonan pinus,” demikian gambaran suasana perjalanan menuju Puncak Gilimantren.
Perjalanan menuju Puncak Gilimantren tercatat sekitar 2,09 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 40 menit dan elevation gain sekitar 287 meter.
Panorama Sumbing hingga Merapi dari Puncak Gilimantren
Puncak Gilimantren memang bukan titik tertinggi Gunung Giyanti. Meski demikian, lokasi tersebut menawarkan panorama terbuka ke sejumlah arah.
Dari bagian puncak yang menghadap barat daya, pengunjung dapat melihat panorama Gunung Sumbing yang memiliki ketinggian 3.371 mdpl. Pemandangan tersebut menjadi salah satu daya tarik Puncak Gilimantren bagi wisatawan maupun pendaki.
Menariknya, kawasan Gilimantren memiliki dua titik puncak. Apabila pengunjung terus mengikuti papan penunjuk arah puncak, terdapat Puncak Gilimantren lainnya yang posisinya lebih rendah.
Dari titik tersebut, pandangan terbuka ke arah timur. Pengunjung dapat menikmati panorama matahari terbit sekaligus barisan gunung, mulai dari Gunung Merapi, Merbabu, Andong hingga Telomoyo.
Kawasan Puncak Gilimantren juga memungkinkan digunakan untuk berkemah karena terdapat area tanah datar yang cukup luas.
Selain panorama pegunungan, dari kawasan Gunung Giyanti pengunjung juga dapat menikmati pemandangan puncak Gunung Giyanti lainnya serta kawasan Candi Selogriyo.
Fasilitas Gunung Giyanti Magelang
Untuk menunjang aktivitas wisatawan, kawasan Gunung Giyanti telah dilengkapi sejumlah fasilitas dasar. Fasilitas yang tersedia meliputi mushola, toilet, gazebo, kantin, serta area parkir yang cukup luas.
Meski akses kendaraan membuat perjalanan menuju kawasan puncak lebih mudah, pengunjung tetap perlu mempertimbangkan kondisi medan. Jalur tanah merah berpotensi licin terutama ketika hujan, sehingga kondisi kendaraan dan kemampuan pengendara menjadi hal yang perlu diperhatikan sebelum menuju kawasan atas.
Dengan adanya jalur melalui Basecamp Puncak Merah Putih dan Basecamp Anjraha, Gunung Giyanti menawarkan pilihan wisata pegunungan yang lebih beragam. Pengunjung dapat menuju kawasan puncak menggunakan kendaraan melalui jalur yang tersedia atau menikmati perjalanan menuju Puncak Gilimantren dengan melewati perkebunan dan hutan pinus.
Keberadaan beberapa puncak, panorama Gunung Sumbing, Merapi, Merbabu, Andong dan Telomoyo, serta akses menuju kawasan puncak menjadikan Gunung Giyanti sebagai salah satu alternatif wisata alam di Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang.



















