Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah mulai mengukur dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap kesehatan dan status gizi anak melalui integrasi data kesehatan. Langkah ini dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dengan menandai data anak penerima MBG. Pengukuran dilakukan untuk membandingkan perkembangan kondisi gizi penerima manfaat secara berkala berdasarkan data kesehatan yang telah tersedia. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan hal tersebut dalam rapat kerja di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Data Anak Penerima MBG Mulai Diberi Penanda
Kemenkes memanfaatkan basis data penimbangan balita yang dilakukan secara rutin untuk memantau pertumbuhan anak dan mencegah stunting. Data penimbangan tersebut telah dicatat secara rinci dengan basis by name by address.
Untuk mengetahui keterkaitan pemberian MBG dan perkembangan kondisi gizi anak, Kemenkes mulai menerapkan penandaan atau tagging pada data anak yang menerima program tersebut. Penandaan itu digunakan untuk membedakan anak yang memperoleh MBG dan yang tidak dalam basis data kesehatan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Budi Gunadi Sadikin mengatakan, integrasi data tersebut memungkinkan pemerintah membandingkan perkembangan kondisi gizi anak penerima MBG dengan data kesehatan yang sudah tersedia.
“Kita kan nimbang bayi buat stunting sebulan sekali, datanya itu sudah masuk by name by address. Nah sekarang kita sudah mulai kasih tagging dia dapat MBG apa enggak, jadi kita bisa lihat apakah yang dikasih MBG lebih baik apa enggak. Datanya sudah ada,” ujar Budi.
Dengan cara tersebut, pemerintah dapat menggunakan hasil penimbangan balita yang dilakukan setiap bulan sebagai bagian dari pemantauan perkembangan penerima manfaat MBG. Data itu juga menjadi dasar untuk melihat perubahan kondisi anak dari waktu ke waktu.
Evaluasi MBG Diperkuat Cek Kesehatan Gratis
Pemantauan dampak MBG tidak hanya dilakukan terhadap balita. Evaluasi program juga diperkuat melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak sekolah yang dilaksanakan setiap tahun.
Melalui pemeriksaan kesehatan berkala itu, pemerintah memperoleh data untuk memantau kondisi kesehatan dan status gizi peserta didik. Data tersebut dapat digunakan untuk membandingkan perkembangan anak sekolah yang menerima MBG.
“Sekarang kita sudah ada Cek Kesehatan Gratis di anak sekolah. Jadi seenggaknya setiap tahun kita bisa tahu anak sekolahnya dikasih MBG gizinya lebih baik apa enggak,” kata Budi Gunadi Sadikin.
Pemeriksaan tahunan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menilai kondisi kesehatan dan status gizi anak sekolah secara berkala. Dengan tersedianya data pemeriksaan, evaluasi MBG tidak hanya didasarkan pada pelaksanaan distribusi makanan, tetapi juga pada perkembangan kesehatan penerima manfaat.
Data Kesehatan Sudah Diberikan kepada BGN
Kemenkes telah memberikan akses data hasil pemantauan pertumbuhan balita dan pemeriksaan kesehatan anak sekolah kepada BGN. Data tersebut dapat digunakan sebagai salah satu acuan bagi BGN dalam mengevaluasi pelaksanaan MBG.
“Data itu sudah ada dan kita sudah berikan juga aksesnya ke BGN agar bisa dipakai sebagai acuan untuk BGN menilai apakah programnya berhasil atau tidak,” tegas Budi.
Akses tersebut memungkinkan BGN memanfaatkan data kesehatan yang dikumpulkan melalui penimbangan balita dan CKG. Pemerintah kemudian dapat melihat perkembangan kondisi kesehatan dan status gizi penerima manfaat berdasarkan pemantauan yang dilakukan secara berkala.
Integrasi data ini membuat evaluasi MBG tidak hanya berfokus pada jumlah makanan yang didistribusikan. Aspek yang turut dilihat adalah perkembangan kondisi kesehatan dan status gizi anak yang menjadi penerima manfaat program.
Pembagian Peran Kemenkes dan BGN
Pengukuran dampak MBG melalui data kesehatan sejalan dengan pembagian peran yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis.
Dalam pelaksanaan program, Kemenkes berperan menyediakan standar kesehatan dan gizi serta instrumen pemantauan kesehatan. Sementara itu, BGN merupakan lembaga yang melaksanakan penyelenggaraan program MBG.
Melalui pemanfaatan data kesehatan secara berkala, pemerintah memiliki basis untuk mengevaluasi pelaksanaan MBG dan menilai perkembangan kondisi penerima manfaat dari waktu ke waktu. Hasil pemantauan tersebut menjadi bagian dari acuan untuk melihat apakah program MBG memberikan perkembangan yang lebih baik terhadap kesehatan dan status gizi anak.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















