Headline.co.id, Bandung ~ Persib Bandung bersiap menghadapi Persebaya Surabaya dalam laga final Piala Presiden 2026 yang akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Kamis, 6 Agustus 2026, pukul 20.00 WIB. Setelah melalui fase grup dengan sempurna dan menyingkirkan rival klasik, Persija Jakarta, di semifinal, Persib kini berpeluang meraih trofi kedua dalam sejarah turnamen ini.
Kesempatan ini mengingatkan pada momen manis sebelas tahun lalu ketika Persib berhasil mengangkat trofi Piala Presiden 2015 setelah mengalahkan Sriwijaya FC 2-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Kini, di bawah arahan pelatih Igor Tolic, Persib bertekad mencatat sejarah baru dengan generasi pemain yang berbeda.
Perjalanan menuju final tidaklah mudah dan menguras energi para pemain. Setelah kemenangan 2-1 atas Persija Jakarta, skuad Persib fokus memulihkan kondisi fisik dengan sesi pemulihan di hotel, termasuk latihan ringan dan terapi berendam air es. Pelatih Igor Tolic belum menentukan komposisi pemain yang akan diturunkan, dengan mempertimbangkan kondisi terakhir setiap pemain sebelum memilih sebelas nama terbaik.
Meski jadwal padat, Tolic tetap optimistis dengan ketajaman lini depan Persib. Duet penyerang Uilliam Barros dan Balsa Sekulic telah mencetak masing-masing tiga gol sepanjang turnamen, menjadi ancaman serius bagi pertahanan Persebaya. Tolic menilai produktivitas kedua penyerangnya sebagai modal positif, meskipun pembangunan permainan menyerang timnya masih dalam proses penyempurnaan.
Di sisi lain, pelatih Persebaya, Eduardo Tavares, memberikan respek tinggi kepada Persib. Menurutnya, status Persib sebagai juara Super League dalam tiga musim terakhir menjadikan mereka salah satu tim terbaik di Indonesia. Tavares menilai kekuatan Persib tidak hanya terletak pada kualitas pemain inti, tetapi juga kedalaman skuad yang memungkinkan mereka menjaga level permainan meski melakukan rotasi.
Meskipun mengakui kualitas Persib, Tavares menegaskan bahwa Persebaya tidak akan datang ke final hanya untuk menjadi pelengkap. Ia menekankan bahwa hasil akhir pertandingan akan ditentukan oleh apa yang terjadi selama 90 menit di lapangan, bukan oleh status favorit.



















