Headline.co.id, Puncak ~ Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) berhasil meraih tiga rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) setelah mempertahankan posisi dalam 100 besar dunia selama tiga tahun berturut-turut dalam World University Rankings for Innovation (WURI). Pada tahun 2026, FKG UGM menduduki peringkat pertama dunia dalam dua kategori, yaitu Innovative Representative Research Project dan Financial Impact Driven Technology Transfer. Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas konsistensi FKG UGM dalam inovasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Inovasi yang membawa FKG UGM ke puncak peringkat dunia meliputi pengembangan fiber dari serat sutra alam untuk aplikasi kedokteran gigi yang dipimpin oleh Prof. Dr. drg. Siti Sunarintyas, M.Kes., serta produk berbasis propolis dari lebah klanceng untuk pencegahan gigi berlubang dan penyakit gusi yang dikembangkan oleh Prof. Suryono. Penghargaan MURI diserahkan pada 3 Agustus 2026 di Gedung Margono Soeradji FKG UGM oleh Ari Andriani, Senior Representative MURI, kepada Dekan FKG UGM, Prof. Dr. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D.
Ari Andriani menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan tonggak sejarah bagi dunia pendidikan, khususnya kedokteran gigi di Indonesia. Selama tiga tahun terakhir, FKG UGM berhasil mempertahankan posisinya dalam 100 besar dunia pada 14 kategori berbeda dan tahun ini mencapai peringkat pertama dunia. “Ini adalah prestasi yang masif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dekan FKG, Prof. Suryono, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pengakuan internasional dan apresiasi dari MURI. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja keras seluruh civitas akademika FKG UGM. Suryono berharap prestasi ini dapat menginspirasi generasi selanjutnya dan mendorong mahasiswa baru untuk berkontribusi dalam menjadikan FKG UGM sebagai Kampus Berdampak yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.




















