Headline.co.id, Jombang ~ CV Kiyatama Engineering menawarkan layanan fabrikasi, instalasi, dan perawatan lift barang standar K3 untuk mendukung pemindahan material di kawasan industri, gudang, pabrik, serta fasilitas produksi di Indonesia. Perusahaan yang beroperasi dari Jombang, Jawa Timur, itu menyediakan lift barang berkapasitas 500 kilogram hingga 3 ton yang dirancang menyesuaikan kondisi bangunan dan kebutuhan operasional pelanggan.
Penggunaan lift barang dinilai dapat membantu perusahaan memindahkan produk, material, dan peralatan antarlantai secara lebih efisien dibandingkan dengan mengandalkan tenaga manual. Sistem tersebut juga dilengkapi sejumlah perangkat keselamatan untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja selama proses pengangkutan material.
Berdasarkan keterangan perusahaan, CV Kiyatama Engineering telah mengerjakan 27 unit lift barang sejak berdiri pada 2019. Proyek-proyek itu mencakup sektor manufaktur, industri makanan dan minuman, industri kimia, pergudangan, logistik, perakitan komponen elektronik, hingga industri alat berat.
“Setiap industri memiliki kebutuhan pemindahan material yang berbeda. Mulai dari konsultasi kapasitas, desain, fabrikasi, instalasi, hingga perawatan, seluruh proses ditangani oleh tim engineering Kiyatama,” demikian keterangan CV Kiyatama Engineering dalam materi perusahaan.
Lift Barang Mendukung Efisiensi Operasional Industri
Lift barang merupakan alat angkat vertikal yang digunakan untuk memindahkan material, produk, barang, atau peralatan dari satu lantai ke lantai lainnya. Perangkat ini berbeda dengan lift penumpang karena konstruksinya lebih difokuskan pada kekuatan struktur, kapasitas angkut, stabilitas, dan keamanan barang selama proses perpindahan.
Pada gudang dan pabrik bertingkat, pemindahan material secara manual dapat membutuhkan waktu lebih lama serta melibatkan lebih banyak tenaga kerja. Penggunaan lift barang memungkinkan proses distribusi internal dilakukan melalui jalur vertikal yang telah ditentukan.
Lift barang dapat diterapkan pada pabrik manufaktur, gudang penyimpanan, industri makanan dan minuman, industri kimia, pusat distribusi, workshop, serta area produksi. Desainnya dapat disesuaikan dengan ukuran barang, kapasitas beban, jumlah lantai pelayanan, tinggi perjalanan, frekuensi penggunaan, dan ruang yang tersedia.
Kiyatama Engineering menyatakan setiap unit dibuat berdasarkan hasil analisis kebutuhan pelanggan. Pendekatan tersebut dilakukan karena kondisi bangunan dan pola operasional pada setiap fasilitas industri tidak selalu sama.
Desain Custom Berdasarkan Kondisi Lapangan
Proses pembuatan lift barang dimulai melalui survei lokasi dan analisis kebutuhan. Tim engineering memeriksa kapasitas barang yang akan dipindahkan, jumlah lantai, luas area pemasangan, sumber listrik, serta pola aktivitas operasional pelanggan.
Hasil survei kemudian digunakan sebagai dasar penyusunan desain engineering. Perencanaan tersebut mencakup kekuatan struktur, ukuran keranjang, sistem penggerak, jalur pergerakan, perangkat keselamatan, dan kemudahan perawatan.
“Desain dapat disesuaikan dengan kondisi existing bangunan, jumlah lantai, ruang pemasangan, dan jalur perpindahan material,” tulis Kiyatama Engineering dalam penjelasan layanan perusahaan.
Perusahaan menyediakan sejumlah pilihan sistem pengangkat, seperti electric cargo lift, hoist lift system, dan indoor material lift. Pemilihan sistem dilakukan berdasarkan kapasitas, intensitas penggunaan, karakteristik material, serta kondisi lokasi pemasangan.
Electric cargo lift menggunakan motor listrik dan sistem kontrol untuk mengatur pergerakan platform atau keranjang angkut. Sistem ini dapat digunakan pada fasilitas yang membutuhkan pemindahan material secara rutin dengan frekuensi operasional tinggi.
Sementara itu, hoist lift system menggunakan wire rope hoist atau chain hoist sebagai mekanisme pengangkat utama. Kiyatama Engineering menyediakan konfigurasi sistem hoist untuk kapasitas mulai dari 500 kilogram hingga 3 ton.
Indoor material lift dapat diterapkan pada bangunan dengan area kerja terbatas. Desain unit disesuaikan dengan posisi lantai, ruang yang tersedia, dan jalur perpindahan barang di dalam bangunan.
Perangkat Keselamatan Menjadi Bagian Utama
Selain kapasitas dan kekuatan konstruksi, perangkat keselamatan menjadi salah satu bagian penting dalam perancangan lift barang. Peralatan angkat tidak hanya dituntut mampu memindahkan beban, tetapi juga harus memiliki sistem yang dapat melindungi operator, teknisi, dan lingkungan kerja.
Kiyatama Engineering menyebut sistem yang dibuat memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja atau K3. Pendekatan tersebut juga ditujukan untuk mendukung pemeriksaan kelayakan operasional melalui Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau PJK3 sesuai kebutuhan proyek.
Salah satu regulasi yang menjadi acuan perusahaan adalah Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2017 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Elevator dan Eskalator.
Perangkat keselamatan yang digunakan antara lain anti fall safety device untuk membantu mencegah keranjang jatuh ketika terjadi gangguan pada sistem penggerak. Terdapat pula door interlock system yang membantu memastikan lift tidak beroperasi sebelum pintu berada dalam kondisi aman.
Sistem kontrol elektrik menggunakan tegangan rendah 24 VDC untuk meningkatkan keamanan pada rangkaian kontrol. Pada aplikasi industri yang lebih kompleks, pengoperasian dapat dikembangkan menggunakan programmable logic controller atau PLC.
Perangkat lainnya mencakup limit switch untuk mengatur batas perjalanan dan emergency stop untuk menghentikan operasi dalam kondisi darurat.
“Setiap desain mempertimbangkan kebutuhan keselamatan kerja, seperti sistem pengunci pintu, pengaman jatuh, batas perjalanan, dan sistem penghentian darurat sesuai kebutuhan aplikasi,” kata perusahaan.
Fabrikasi Dilakukan di Workshop Sendiri
CV Kiyatama Engineering menyatakan tidak hanya bertindak sebagai penjual atau reseller. Proses desain, pembuatan struktur, instalasi mekanik, instalasi elektrik, dan pengujian dilakukan oleh tim internal melalui workshop perusahaan di Jombang.
“Kiyatama Engineering bukan reseller. Seluruh proses fabrikasi dilakukan melalui workshop sendiri sehingga proses desain, pembuatan struktur, dan kontrol kualitas dapat dilakukan secara langsung oleh tim internal,” demikian penjelasan perusahaan.
Proses fabrikasi menggunakan material yang disesuaikan dengan kebutuhan beban dan desain unit. Material tersebut antara lain UNP 120, UNP 100, UNP 65, hollow, pelat bordes 3 milimeter, welded mesh, WF, siku 50 x 50, T-guide rail, dan teflon guide shoe.
WF digunakan sebagai bagian pilar dan tumpuan mesin, sedangkan UNP dapat digunakan sebagai support rail dan bracing. Hollow dan wire welded digunakan untuk kebutuhan konstruksi pintu pengaman.
Setelah fabrikasi selesai, tim teknisi memasang struktur utama, guide rail, sistem penggerak, panel kontrol, perangkat keselamatan, serta komponen pendukung lainnya di lokasi pelanggan.
Unit kemudian melalui pengujian pergerakan naik dan turun, sistem pengereman, limit switch, door interlock, kontrol elektrik, serta keamanan struktur sebelum diserahterimakan.
Kapasitas Disesuaikan dengan Kebutuhan Beban
Kiyatama Engineering menyediakan lift barang dengan kapasitas 500 kilogram, 1 ton, 2 ton, dan 3 ton. Kapasitas 500 kilogram umumnya digunakan untuk gudang kecil, workshop, ruko, atau fasilitas produksi ringan.
Kapasitas 1 ton dapat diterapkan pada pabrik manufaktur, warehouse, dan industri makanan. Lift berkapasitas 2 ton digunakan untuk material dengan beban lebih besar, sedangkan kapasitas 3 ton ditujukan bagi industri manufaktur besar dan area produksi berat.
Pemilihan kapasitas tidak hanya ditentukan berdasarkan berat barang. Tim engineering juga harus memperhitungkan dimensi barang, ukuran keranjang, jumlah lantai, intensitas penggunaan, dan kemampuan struktur bangunan.
Kesalahan menentukan kapasitas dapat memengaruhi keamanan, efisiensi operasional, serta umur komponen. Oleh karena itu, perusahaan menyarankan calon pengguna melakukan konsultasi dan survei sebelum menetapkan spesifikasi.
Estimasi Investasi Mulai Rp60 Juta
Berdasarkan informasi perusahaan, estimasi biaya pembuatan lift barang berkapasitas 500 kilogram berada pada kisaran Rp60 juta hingga Rp100 juta. Kapasitas 1 ton diperkirakan membutuhkan investasi Rp80 juta hingga Rp120 juta.
Lift barang berkapasitas 2 ton memiliki estimasi harga Rp100 juta hingga Rp130 juta, sedangkan unit berkapasitas 3 ton diperkirakan berada pada kisaran Rp120 juta hingga Rp190 juta.
Namun, nilai tersebut masih berupa perkiraan. Harga resmi baru dapat ditentukan setelah tim melakukan analisis kebutuhan dan survei lokasi pemasangan.
Biaya pembuatan dipengaruhi kapasitas angkat, jumlah lantai, tinggi perjalanan, ukuran keranjang, jenis sistem penggerak, spesifikasi material, perangkat keselamatan, serta kondisi lokasi. Pemasangan pada area indoor, outdoor, atau bangunan yang telah beroperasi dapat membutuhkan pendekatan engineering yang berbeda.
“Karena setiap proyek memiliki kebutuhan berbeda, biaya resmi diberikan setelah dilakukan analisa kebutuhan dan survei lokasi,” tulis Kiyatama Engineering.
Telah Menangani Proyek di Sejumlah Daerah
Sejak 2019, Kiyatama Engineering menyatakan telah menyelesaikan 27 unit lift barang dengan dukungan enam teknisi engineering. Pekerjaan dilakukan untuk pelanggan di berbagai wilayah Indonesia dan satu proyek di Dili, Timor Leste.
Sejumlah perusahaan yang tercantum dalam portofolio Kiyatama antara lain PT McDermott Indonesia di Batam dengan lift berkapasitas 3 ton, PT Indoworld di Ngoro Industrial Park Mojokerto, PT Surabaya Autocomp Indonesia, PT Bamboe Indonesia di Pasuruan, dan Amanda Brownies di Yogyakarta.
Perusahaan juga mencantumkan proyek untuk PT Agrorisen Indonesia di Mojokerto, PT Surya Rama Pratama di Tangerang, PT ABN Global di Bekasi, PT Inmas Kendal di Kendal Industrial Park, dan CV Goodyear Karangpilang di Surabaya.
Pekerjaan tersebut mencakup sektor manufaktur pertambangan, pengolahan makanan, industri kimia pertanian, distribusi suku cadang alat berat, perakitan panel elektrik, produksi susu krimer, dan pembuatan genteng.
Perawatan Berkala untuk Menjaga Performa
Selain fabrikasi dan instalasi, Kiyatama Engineering menyediakan layanan perawatan serta pemeriksaan berkala. Maintenance diperlukan untuk menjaga performa unit dan mengurangi risiko gangguan operasional.
Pemeriksaan meliputi sistem penggerak, wire rope atau chain, panel kontrol, perangkat keselamatan, struktur, sambungan, serta pelumasan komponen bergerak. Jadwal perawatan disesuaikan dengan frekuensi penggunaan, lingkungan kerja, dan kapasitas beban.
Perusahaan juga memberikan garansi hoist selama dua tahun dan garansi komponen lainnya selama satu tahun sesuai ketentuan serta ruang lingkup pekerjaan yang disepakati.
Durasi pekerjaan bergantung pada kapasitas, jumlah lantai, kondisi lokasi, dan tingkat kompleksitas sistem. Berdasarkan keterangan perusahaan, proses fabrikasi umumnya membutuhkan waktu sekitar satu bulan, sedangkan pemasangan di lokasi berlangsung sekitar satu minggu.
Melalui layanan konsultasi, desain, fabrikasi, instalasi, pengujian, dan maintenance, Kiyatama Engineering menempatkan aspek kesesuaian teknis dan keselamatan sebagai dasar pembuatan lift barang untuk kebutuhan industri, gudang, dan pabrik.














