Headline.co.id, Padang ~ Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang mengambil langkah proaktif dalam upaya menekan penyebaran Tuberkulosis (TB) dengan memperkuat pelacakan kasus di masyarakat. Program ini menargetkan 24.200 warga yang dianggap berisiko tinggi terpapar TB. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi untuk mengurangi angka penularan penyakit menular tersebut di wilayah Padang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Feri Mulyani, menjelaskan bahwa pelacakan ini akan difokuskan pada kelompok masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien TB. “Kami berupaya untuk mendeteksi sedini mungkin kasus TB di masyarakat agar dapat segera ditangani,” ujar dr. Feri. Pelacakan ini diharapkan dapat membantu dalam mengidentifikasi dan memberikan pengobatan kepada mereka yang terinfeksi, sehingga mencegah penyebaran lebih lanjut.
Program pelacakan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan dan kader di lapangan, yang akan melakukan kunjungan rumah dan pemeriksaan kesehatan. Dinkes Padang juga bekerja sama dengan puskesmas setempat untuk memastikan bahwa setiap kasus yang terdeteksi mendapatkan penanganan yang tepat. “Kami ingin memastikan bahwa setiap warga yang berisiko mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang diperlukan,” tambah dr. Feri.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain pelacakan, Dinkes Padang juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pencegahan TB, termasuk melalui kampanye kesehatan dan penyuluhan. Diharapkan dengan adanya program ini, kesadaran masyarakat akan bahaya TB dan cara pencegahannya dapat meningkat, sehingga angka penularan dapat ditekan secara signifikan. Program ini merupakan bagian dari komitmen Dinkes Padang untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan menurunkan angka kejadian TB di kota tersebut.



















