Headline.co.id, Kementerian Pendidikan ~ Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengambil langkah cepat untuk membantu mahasiswa yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam upaya meringankan beban para mahasiswa, kementerian tersebut memutuskan untuk membebaskan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mereka yang terkena dampak bencana alam tersebut. Kebijakan ini diumumkan pada Selasa, 25 Agustus 2026, sebagai bagian dari respons cepat pemerintah terhadap situasi darurat di wilayah tersebut.
Gempa bumi yang melanda NTT telah menyebabkan kerusakan yang signifikan, mempengaruhi kehidupan banyak warga, termasuk mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi. Kemdiktisaintek menyatakan bahwa pembebasan UKT ini bertujuan untuk memastikan para mahasiswa dapat melanjutkan studi mereka tanpa harus khawatir tentang biaya kuliah di tengah situasi sulit ini. “Kami ingin memastikan bahwa pendidikan mereka tidak terganggu oleh bencana ini,” ujar seorang pejabat kementerian.
Langkah ini merupakan bagian dari serangkaian kebijakan yang dirancang untuk mendukung pemulihan di NTT. Selain pembebasan UKT, Kemdiktisaintek juga berencana untuk memberikan bantuan lain yang diperlukan guna mendukung proses belajar mengajar di daerah terdampak. Bantuan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dan institusi pendidikan untuk kembali beroperasi secara normal secepat mungkin.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kemdiktisaintek mengimbau kepada seluruh perguruan tinggi di NTT untuk segera mendata mahasiswa yang terdampak gempa agar bantuan dapat disalurkan dengan tepat sasaran. Kementerian juga berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan siap menyesuaikan kebijakan sesuai kebutuhan. Dengan langkah ini, diharapkan para mahasiswa dapat tetap fokus pada pendidikan mereka meskipun di tengah tantangan yang dihadapi akibat bencana alam.



















