Headline.co.id, Jantho ~ Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, yang dikenal dengan panggilan Syech Muharram, mengimbau seluruh kepala sekolah di wilayah Aceh Besar untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Aceh Besar yang juga dirangkai dengan acara halal bihalal di Aula Kantor MPU Aceh, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, pada Sabtu (4/4/2026).
“Saya berharap para kepala sekolah terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi para siswa di Aceh Besar,” ujar Syech Muharram. Dalam arahannya, Bupati menekankan peran strategis kepala sekolah dalam memajukan sekolah negeri agar dapat bersaing secara unggul dan kompetitif. Ia juga mengingatkan pentingnya kepemimpinan yang bijaksana dalam mengayomi guru serta membina siswa dengan pendekatan humanis.
Menurut Syech Muharram, profesi guru adalah pekerjaan yang sangat mulia karena berperan besar dalam membentuk masa depan generasi muda. “Profesi guru sangatlah mulia. Banyak pahala yang bisa diperoleh dari profesi ini,” ungkapnya. Selain peningkatan mutu akademik, ia juga menyoroti pentingnya menjaga keharmonisan di lingkungan sekolah, baik kepala sekolah dengan guru maupun dengan wali murid. Suasana yang harmonis dinilai akan mendukung terciptanya proses belajar mengajar yang lebih efektif.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berkomitmen menghadirkan perubahan yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada pembentukan karakter generasi penerus. Salah satu langkah nyata yang telah mulai dijalankan adalah program “beut kitab bak sikula”, sebagai upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan dan akhlak mulia di lingkungan sekolah.
“Kami ingin mengubah karakter manusia di Aceh Besar agar menjadi lebih baik. Saya bersama bapak Syukri akan memastikan generasi penerus menjadi generasi yang lebih baik dari segala aspek di masa mendatang,” katanya. Bupati juga menekankan pentingnya penguatan sejarah lokal dan pelestarian bahasa daerah di sekolah. Menurutnya, bahasa Aceh harus terus diajarkan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
“Saya mengingatkan pentingnya memberikan pemahaman tentang sejarah daerah kita sendiri, serta penerapan penggunaan bahasa Aceh di sekolah, agar tidak hilang ditelan waktu,” ujarnya. Ia pun mengajak seluruh kepala sekolah untuk aktif mendukung agenda perubahan daerah, khususnya di sektor pendidikan.
“Saya mengajak seluruh kepala sekolah untuk bersama-sama membantu pemerintah daerah dalam mendorong perubahan di Aceh Besar, terutama dalam dunia pendidikan,” imbuhnya. Sementara itu, Ketua MKKS SMP Aceh Besar, Fakhruddin, menegaskan bahwa sinergi dan kekompakan antar kepala sekolah menjadi faktor utama dalam menyukseskan program pendidikan di daerah tersebut.
Menurutnya, kebersamaan seluruh unsur pendidikan akan memperkuat upaya mewujudkan visi dan misi bupati serta wakil bupati, terutama dalam menciptakan generasi yang unggul secara akademik dan berakhlakul karimah. “Kami mengajak seluruh kepala sekolah untuk terus memperkuat tali persaudaraan serta menyukseskan agenda pendidikan sesuai visi dan misi bupati dan wakil bupati, guna menciptakan generasi yang berkualitas, baik secara akademis maupun berakhlakul karimah,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua MPU Aceh, Muhammad Hatta, yang akrab disapa Abiya Hatta, mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan antar sesama dan menjauhi sikap yang dapat menyakiti hati orang lain. “Jangan pernah menyakiti hati orang lain, karena akan sulit mendapatkan maaf dari orang tersebut,” pesannya. Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan momentum halal bihalal untuk saling membuka hati, memaafkan, dan membersihkan diri dari dosa, baik kepada Allah maupun sesama manusia.





















