Headline.co.id, Jakarta ~ Polda Bali mengeluarkan peringatan terkait peningkatan kewaspadaan terhadap tindak pidana perdagangan orang di wilayahnya. Langkah ini diambil menyusul adanya indikasi peningkatan kasus perdagangan manusia yang melibatkan jaringan internasional. Pada Selasa, 4 Agustus 2026, Polda Bali menegaskan pentingnya kerjasama masyarakat dan aparat penegak hukum untuk mencegah kejahatan ini.
Kepala Bidang Humas Polda Bali, Kombes Pol. Satake Bayu, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi beberapa modus operandi yang digunakan oleh pelaku perdagangan orang. “Para pelaku seringkali memanfaatkan situasi ekonomi yang sulit untuk menjebak korban dengan iming-iming pekerjaan di luar negeri,” ujar Satake Bayu. Ia menambahkan bahwa korban sering kali tidak menyadari bahwa mereka akan dieksploitasi secara seksual atau dipaksa bekerja dalam kondisi yang tidak manusiawi.
Sebagai langkah pencegahan, Polda Bali telah meningkatkan patroli dan pengawasan di titik-titik rawan, seperti pelabuhan dan bandara. Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan modus perdagangan orang juga terus dilakukan. “Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan segera melaporkan jika menemukan indikasi perdagangan orang,” tambah Satake Bayu.
Polda Bali juga berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Kementerian Luar Negeri dan organisasi internasional, untuk memperkuat jaringan informasi dan penegakan hukum. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat meminimalisir kasus perdagangan orang di Bali dan melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan lintas negara ini.



















