Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, menekankan pentingnya peran Komisi Informasi Pusat (KIP) dalam memperkuat keterbukaan informasi publik guna menangkal penyebaran hoaks dan deepfake. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah acara di Jakarta pada Senin, 3 Agustus 2026. Menurut Budi Arie, keterbukaan informasi yang baik dapat menjadi benteng pertama dalam melawan informasi palsu yang semakin marak di era digital ini.
Budi Arie menegaskan bahwa KIP harus lebih proaktif dalam memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya. “Keterbukaan informasi adalah kunci untuk melawan hoaks dan deepfake. Dengan informasi yang terbuka dan transparan, masyarakat dapat lebih mudah memverifikasi kebenaran suatu informasi,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah akan terus mendukung KIP dalam menjalankan tugasnya untuk meningkatkan literasi digital di kalangan masyarakat.
Selain itu, Menkominfo juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi pemerintah, media, dan masyarakat dalam memerangi penyebaran informasi palsu. Ia menyebutkan bahwa edukasi mengenai literasi digital harus ditingkatkan agar masyarakat lebih kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi. “Kita harus bekerja sama untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab,” tambah Budi Arie.
Sebagai langkah konkret, Menkominfo berencana untuk mengadakan lebih banyak program pelatihan dan sosialisasi terkait literasi digital. Program ini diharapkan dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk di daerah-daerah terpencil. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi tantangan informasi di era digital dan mampu membedakan informasi yang benar dan yang salah.



















