Headline.co.id, Marchelino Chrisrichy Cosmo Hutama ~ mahasiswa dari Program Studi Teknik Nuklir, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, berhasil menjadi perwakilan Indonesia dalam konferensi internasional bergengsi, CyberCon26. Acara ini, yang diselenggarakan oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA), berlangsung pada 11-15 Mei 2026 di Wina, Austria. Marchelino, sebagai panelis termuda, berdiskusi bersama para ahli dari Belanda, Ukraina, Kanada, dan Inggris.
Dalam konferensi tersebut, Marchelino mempresentasikan penelitiannya yang berjudul “Regulatory Frameworks Technical Session: Practical use of international standards and guidance to enhance computer security”. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi strategis guna memperkuat kerangka regulasi keamanan komputer bagi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia. “Riset ini menekankan prinsip-prinsip standardisasi dan penilaian kesesuaian melalui studi komparatif kualitatif,” jelas Marchelino pada Selasa (2/6).
Indonesia, yang memiliki sejarah panjang dalam pengoperasian reaktor nuklir riset, berencana mengoperasikan PLTN pertamanya pada tahun 2032. Namun, Marchelino menekankan bahwa kerangka regulasi keamanan komputer masih perlu diperkuat untuk melindungi aset vital dari ancaman siber. “Saya bersyukur penelitian kami dipilih oleh IAEA dan dipresentasikan di CyberCon26,” ujarnya.
Presentasi Marchelino mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Jenna Decastro dari Sandia National Laboratories, Amerika Serikat, yang memuji kejelasan dan daya tarik presentasinya. Natasha Edeh dari Jerman dan Yannick Reboul, Technical Officer IAEA, juga memberikan pujian. Abraham Parbhunath dari Federal Authority for Nuclear Regulation (FANR), Uni Emirat Arab, menilai penelitian ini sebagai langkah awal yang baik untuk perkembangan infrastruktur keamanan nuklir, terutama bagi negara-negara yang sedang mempersiapkan program energi nuklir.




















