Headline.co.id, Jakarta ~ Indonesia dan India memulai babak baru dalam kemitraan digital dengan fokus utama pada pengembangan kecerdasan buatan (AI). Langkah ini menandai pergeseran dari hubungan historis yang sebelumnya didominasi oleh perdagangan rempah-rempah, menuju kolaborasi yang lebih modern dan berorientasi pada teknologi. Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, Nezar Patria, mengungkapkan bahwa kedua negara berkomitmen untuk memperkuat hubungan bilateral melalui jalur AI. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah acara yang berlangsung pada Senin, 3 Agustus 2026.
Dalam pernyataannya, Nezar Patria menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas teknologi dan inovasi di kedua negara. “Indonesia dan India memiliki potensi besar dalam bidang teknologi digital. Dengan memanfaatkan AI, kita dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru,” ujarnya. Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat transformasi digital di Indonesia dan India, yang pada gilirannya akan meningkatkan daya saing kedua negara di kancah global.
Kerja sama ini mencakup berbagai aspek penting, termasuk pengembangan infrastruktur digital yang lebih canggih, pelatihan sumber daya manusia untuk meningkatkan keterampilan di bidang teknologi, serta kolaborasi penelitian yang mendalam. Kedua negara berencana untuk membentuk tim kerja yang akan mengawasi implementasi proyek-proyek AI. Tim ini akan terdiri dari para ahli teknologi dari Indonesia dan India, serta perwakilan dari sektor swasta dan pemerintah, yang akan bekerja sama untuk memastikan keberhasilan proyek-proyek tersebut.
Selain itu, Nezar Patria juga menyebutkan bahwa Indonesia dan India akan saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan AI. “Kita akan belajar dari satu sama lain untuk mengatasi tantangan yang ada di era digital ini,” tambahnya. Pertukaran informasi ini diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi AI di berbagai sektor, termasuk kesehatan, pendidikan, dan industri, yang merupakan sektor-sektor kunci dalam pembangunan ekonomi kedua negara.
Kerja sama ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan akademisi. Mereka melihat potensi besar dalam kolaborasi ini untuk mendorong inovasi dan meningkatkan daya saing global. “Ini adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa kita tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta teknologi,” kata Nezar. Dukungan ini menunjukkan bahwa ada harapan besar terhadap inisiatif ini untuk membawa dampak positif yang signifikan bagi kedua negara.
Dengan dimulainya kerja sama ini, Indonesia dan India berharap dapat menciptakan ekosistem digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kedua negara berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan bilateral dan menjadikan AI sebagai pilar utama dalam pembangunan ekonomi masa depan. Langkah ini tidak hanya akan memperkuat hubungan kedua negara, tetapi juga berkontribusi pada kemajuan teknologi global.















