Headline.co.id, Pekanbaru ~ Panitia Seleksi (Pansel) telah mengumumkan daftar kandidat untuk posisi Komisaris dan Direksi di Bank Riau Kepri (BRK) Syariah. Pengumuman ini dilakukan pada hari Jumat, 31 Juli 2026, menandai langkah awal sebelum para kandidat menjalani tahap uji kelayakan dan kepatutan, atau yang dikenal dengan istilah fit and proper test. Proses ini merupakan bagian dari transformasi BRK menjadi bank syariah, yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan daya saing bank tersebut di pasar perbankan nasional.
Daftar kandidat yang diumumkan oleh Pansel terdiri dari beberapa nama yang telah melalui seleksi administrasi ketat. Nama-nama tersebut dipilih berdasarkan kualifikasi dan pengalaman yang relevan dengan posisi yang dilamar. Ketua Pansel, Dr. Ahmad Zainuddin, menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan dengan transparan dan objektif. “Kami memastikan bahwa kandidat yang terpilih memiliki integritas dan kompetensi yang tinggi,” ujar Dr. Ahmad Zainuddin dalam konferensi pers yang digelar di Pekanbaru.
Tahap selanjutnya adalah uji kelayakan dan kepatutan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Proses ini bertujuan untuk menilai kemampuan dan kecocokan para kandidat dalam mengemban tugas sebagai pimpinan di BRK Syariah. “Kami berkomitmen untuk memilih kandidat terbaik yang dapat membawa BRK Syariah menuju pertumbuhan yang berkelanjutan,” tambah Dr. Ahmad Zainuddin. Uji kelayakan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kapabilitas para kandidat dalam memimpin dan mengelola bank syariah.
Transformasi BRK menjadi bank syariah telah dimulai sejak tahun lalu dan diharapkan dapat selesai pada akhir tahun ini. Transformasi ini merupakan bagian dari upaya untuk memperluas layanan keuangan syariah di wilayah Riau dan Kepulauan Riau. Dengan menjadi bank syariah, BRK diharapkan dapat menarik lebih banyak nasabah yang menginginkan layanan perbankan sesuai prinsip syariah. Hal ini juga sejalan dengan tren global yang menunjukkan peningkatan minat terhadap layanan keuangan berbasis syariah.
Selain itu, transformasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing BRK di tingkat nasional. Dengan dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat, BRK Syariah diharapkan dapat menjadi salah satu bank syariah terkemuka di Indonesia. “Kami optimis bahwa dengan kepemimpinan yang tepat, BRK Syariah dapat mencapai target-target yang telah ditetapkan,” jelas Dr. Ahmad Zainuddin. Optimisme ini didasarkan pada potensi besar yang dimiliki oleh BRK dalam mengembangkan layanan keuangan syariah yang inovatif dan kompetitif.
Pansel juga mengundang masyarakat untuk memberikan masukan terkait kandidat yang telah diumumkan. Masukan dari masyarakat akan menjadi pertimbangan penting dalam proses seleksi akhir. “Kami ingin memastikan bahwa kandidat yang terpilih adalah yang terbaik dan dapat dipercaya oleh masyarakat,” kata Dr. Ahmad Zainuddin. Partisipasi masyarakat dalam proses ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas seleksi.
Dengan pengumuman ini, Pansel berharap proses seleksi dapat berjalan lancar dan sesuai jadwal. Tahap uji kelayakan dan kepatutan diharapkan dapat selesai dalam beberapa minggu ke depan, sehingga para kandidat terpilih dapat segera dilantik dan mulai bekerja untuk memajukan BRK Syariah. Proses seleksi yang ketat dan transparan ini diharapkan dapat menghasilkan pemimpin yang mampu membawa BRK Syariah ke arah yang lebih baik dan berkelanjutan.




















