Headline.co.id ~ PSS Sleman memanfaatkan jeda kompetisi BRI Super League 2026/2027 untuk memperkuat kondisi fisik dan menjaga ritme permainan pemain. Program tersebut dijalankan selama tiga pekan jeda internasional FIFA Matchday sebelum kompetisi kembali bergulir. Dalam dua pekan pertama, PSS Sleman meningkatkan intensitas latihan fisik di bawah arahan pelatih Pieter Huistra bersama jajaran tim pelatih di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Pekan berikutnya akan diarahkan untuk persiapan menghadapi calon lawan serta membangun kembali detail permainan.
Pieter mengatakan, latihan selama dua pekan awal difokuskan pada penguatan dan kebugaran fisik penggawa Laskar Sembada. Program itu ditujukan agar para pemain memiliki kondisi yang lebih kuat dan siap menghadapi pertandingan kompetitif berikutnya.
“Kami menjalani dua pekan pertama dalam periode internasional. Selama itu, kami bekerja keras, terutama dari sisi fisik. Penting bagi pemain untuk berada dalam kondisi fisik yang benar-benar siap menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya,” ujar Pieter seusai memimpin latihan di Stadion Maguwoharjo, Jumat (02/10/2026) sore WIB.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Latihan Fisik PSS Sleman Berlangsung Intensif
Selama dua pekan, PSS Sleman memberikan porsi latihan fisik dengan intensitas tinggi. Pieter mengakui para pemain merasakan beban latihan yang diberikan. Namun, respons skuad terhadap program tersebut disebut sangat positif.
Beban latihan itu menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan tim sebelum kembali menjalani pertandingan. Dengan kompetisi yang sedang memasuki jeda, PSS menggunakan waktu tersebut untuk memperkuat fondasi fisik para pemain.
Setelah dua pekan berfokus pada kebugaran, arah latihan PSS mulai berubah. Pada pekan berikutnya, tim pelatih akan mengarahkan persiapan kepada calon lawan, sekaligus mengembalikan sejumlah detail permainan yang dibutuhkan dalam pertandingan.
Pieter menilai pembenahan PSS tidak hanya diperlukan pada satu bagian. Menurut dia, tim masih memiliki ruang untuk berkembang dalam berbagai aspek, termasuk kemampuan pemain menghadapi setiap situasi yang muncul selama pertandingan.
“Menurut saya, kami masih harus meningkatkan banyak hal, bahkan di setiap aspek permainan. Kami harus memperbaiki setiap momen dalam pertandingan. Secara umum, kami masih harus mengejar ketertinggalan dan terus berkembang menjadi lebih baik,” katanya.
Gim Internal untuk Menjaga Ritme Pertandingan
Selain meningkatkan kebugaran, PSS Sleman juga berupaya mempertahankan ritme pertandingan selama masa jeda. Tim menggelar gim internal dengan format 11 lawan 11 untuk memberikan pengalaman bermain kepada pemain.
Gim tersebut juga menjadi kesempatan bagi jajaran pelatih untuk mencoba sejumlah komposisi pemain. Aktivitas ini dinilai penting karena dalam kondisi normal PSS terbiasa menjalani pertandingan setiap pekan.
Menurut Pieter, jeda kompetisi membuat pemain membutuhkan aktivitas yang dapat menjaga rasa bermain kompetitif. Gim internal dipakai untuk mempertahankan ritme sekaligus membantu pemain kembali mendapatkan pengalaman pertandingan.
“Kami cukup sering bermain 11 lawan 11, bukan hanya hari ini, tetapi juga sebelumnya pada pekan ini. Hal seperti ini penting agar pemain kembali mendapatkan feel dalam pertandingan. Inilah yang perlu terus kami kerjakan,” tutur Pieter.
Persiapan PSS Berlanjut ke Taktik dan Calon Lawan
Dua pekan pertama jeda FIFA Matchday telah dimanfaatkan PSS Sleman untuk meningkatkan kondisi fisik pemain. Setelah itu, program tim mulai diarahkan pada persiapan menghadapi calon lawan dan penguatan detail permainan.
Rangkaian latihan tersebut dilakukan secara bertahap. PSS tidak hanya menjaga kebugaran, tetapi juga berusaha mempertahankan ritme bermain melalui gim internal 11 lawan 11.
Program selama tiga pekan jeda kompetisi itu menjadi bagian dari upaya PSS membangun kesiapan sebelum kembali menjalani pertandingan BRI Super League 2026/2027. Tim pelatih masih menilai ada sejumlah aspek permainan yang perlu diperbaiki dan dikembangkan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















