HEADLINE.CO.ID, TEMANGGUNG ~ Wisata Glapansari Temanggung dapat menjadi pilihan bagi pelancong yang ingin menikmati panorama Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing tanpa harus membayar tiket masuk. Kawasan ini berada di Desa Glapansari, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, tepatnya di lereng Gunung Sumbing pada ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut. Keindahan bentang pegunungan, perkebunan tembakau, persawahan, serta suasana pedesaan menjadi daya tarik utama, meskipun pengunjung perlu berhati-hati karena akses menuju titik pandang terbaik tergolong sempit dan menantang.
Wisata Glapansari Temanggung belum dikelola sebagai destinasi wisata komersial seperti Posong atau Embung Kledung. Pengunjung dapat menikmati pemandangan dari jalan pertanian dan kawasan perkebunan warga tanpa pungutan tiket, tetapi tetap harus menghormati aktivitas masyarakat serta menjaga kebersihan lingkungan.
Keberadaan wisata Glapansari Temanggung memperlihatkan bahwa Kabupaten Temanggung masih memiliki sejumlah destinasi alam tersembunyi yang belum banyak dikenal wisatawan dari luar daerah. Dari kawasan ini, pengunjung dapat menyaksikan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing berdiri di antara hamparan lahan pertanian yang hijau dan asri.
Lokasi Wisata Glapansari Temanggung
Glapansari merupakan salah satu dari 16 desa yang berada di Kecamatan Parakan. Desa tersebut berlokasi di lereng Gunung Sumbing dan dihuni lebih dari 3.000 jiwa.
Sebagian besar masyarakat Desa Glapansari bekerja sebagai petani tanaman pangan dan petani perkebunan. Sebagian warga lainnya berprofesi sebagai peternak serta bergerak dalam bidang jasa pengangkutan.
Kawasan ini juga dikenal sebagai salah satu daerah penghasil tembakau di Temanggung. Karena itu, wisatawan akan menemukan kebun tembakau di sepanjang perjalanan dari gapura desa menuju kawasan yang lebih tinggi.
Selain kebun tembakau, pengunjung dapat melihat lahan sayuran, persawahan, dan Bukit Spati. Pemandangan tersebut menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang datang dari wilayah perkotaan.
Desa Glapansari dapat dijangkau dari pusat Kota Temanggung menggunakan sepeda motor maupun mobil. Dalam bahan informasi yang tersedia, jarak dari pusat kota menuju Glapansari disebut sekitar 12 hingga 15 kilometer.
Perjalanan menggunakan kendaraan pribadi membutuhkan waktu kurang lebih 25 menit, bergantung pada kondisi lalu lintas, cuaca, titik keberangkatan, serta kecepatan kendaraan.
Setelah memasuki kawasan Desa Glapansari, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan menuju jalan pertanian yang berada beberapa ratus meter di atas permukiman warga. Dari jalur tersebut, panorama Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing akan terlihat semakin jelas.
Sepeda motor lebih disarankan bagi wisatawan yang ingin mencapai titik pandang terbaik. Hal itu disebabkan kondisi jalan yang relatif sempit dan pada beberapa bagian hanya berupa jalur yang lebih mudah dilalui kendaraan roda dua.
Pengunjung yang menggunakan mobil tetap dapat mencapai kawasan desa. Namun, wisatawan sebaiknya mempertimbangkan kondisi jalan sebelum melanjutkan perjalanan ke bagian yang lebih tinggi karena beberapa ruas hanya cukup dilalui satu kendaraan.
Daya Tarik Panorama Sindoro-Sumbing
Daya tarik utama Glapansari terletak pada pemandangan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing yang terlihat dari kawasan pertanian. Dua gunung tersebut menjadi latar alami bagi hamparan kebun tembakau, sawah, dan tanaman sayuran milik masyarakat.
Jalan pertanian di kawasan Glapansari juga kerap dipilih wisatawan untuk mengabadikan foto. Pemandangan terbuka membuat gunung terlihat jelas, terutama ketika cuaca cerah dan tidak tertutup kabut.
Seorang warga Temanggung dalam catatan pengalamannya menggambarkan suasana Glapansari sebagai perpaduan antara lahan pertanian yang hijau dan pemandangan gunung yang kuat.
“Kiri-kanan ada tanaman tembakau yang ijo royo-royo. Di depannya, kamu bisa melihat gunung dengan sangat jelas,” tulisnya dalam catatan perjalanan yang menjadi bahan informasi mengenai Glapansari.
Selain berfoto, wisatawan dapat melihat aktivitas petani secara langsung. Pada waktu tertentu, pengunjung akan bertemu warga yang sedang menanam, merawat, atau mengolah hasil pertanian di ladang.
Masyarakat setempat dikenal ramah kepada pengunjung yang datang. Wisatawan dapat berkomunikasi dengan petani selama tidak mengganggu pekerjaan, tidak memasuki lahan tanpa izin, dan tetap menjaga sikap selama berada di lingkungan desa.
Suasana di kaki Gunung Sumbing juga memberikan ketenangan bagi wisatawan. Udara sejuk, desiran angin, dan hamparan tanaman hijau menjadikan Glapansari cocok dikunjungi untuk menikmati suasana alam jauh dari keramaian.
Tidak Ada Tiket Masuk, tetapi Wajib Menjaga Etika
Pengunjung tidak dikenai tiket masuk untuk menikmati panorama Glapansari. Kondisi ini terjadi karena kawasan tersebut belum sepenuhnya dikembangkan sebagai tempat wisata resmi berbayar.
Tidak adanya tiket masuk bukan berarti wisatawan dapat bertindak bebas. Pengunjung harus memahami bahwa jalan dan titik pandang yang digunakan berada di lingkungan desa serta berdekatan dengan lahan pertanian produktif milik warga.
Wisatawan wajib menjaga kebersihan, membawa kembali sampah, dan tidak merusak tanaman maupun fasilitas desa. Pengunjung juga tidak diperbolehkan memetik hasil pertanian atau memasuki kebun tanpa izin pemilik.
Sikap sopan perlu dikedepankan selama berada di Glapansari. Prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” menjadi pedoman penting karena aktivitas wisata berlangsung di tengah kehidupan masyarakat setempat.
Pengunjung juga disarankan membawa makanan dan minuman dari kawasan bawah. Warung di sekitar bagian atas desa belum banyak sehingga bekal pribadi dapat membantu selama perjalanan.
Kondisi jalan menjadi hal penting yang harus diperhatikan sebelum berkunjung ke Glapansari. Jalur menuju titik pandang terbaik memiliki tanjakan, jalan sempit, serta sejumlah bagian yang masih berupa bebatuan dan beton lama.
Beberapa ruas jalan juga berlubang dan belum dilengkapi pembatas pada sisi yang berdekatan dengan jurang atau tebing. Karena itu, pengendara harus ekstra hati-hati, terutama ketika berpapasan dengan kendaraan lain.
“Sudah jalurnya ekstrem, jalanan menuju sana juga didominasi bebatuan,” demikian catatan pengalaman warga yang beberapa kali berkunjung ke Glapansari.
Sepeda motor yang digunakan sebaiknya dalam kondisi prima dan mampu melewati tanjakan. Pengunjung perlu memastikan rem, ban, mesin, dan bahan bakar berada dalam kondisi baik sebelum melanjutkan perjalanan ke kawasan atas.
Wisatawan yang belum terbiasa melewati jalur menanjak dan sempit sebaiknya tidak memaksakan diri. Pengunjung masih dapat menikmati suasana Desa Glapansari dari lokasi yang lebih aman tanpa harus mencapai titik paling tinggi.
Perjalanan juga sebaiknya dilakukan saat cuaca cerah dan pada siang hari. Hujan dapat membuat jalan licin, mengurangi jarak pandang, dan meningkatkan risiko saat melewati jalur di dekat tebing.
Glapansari menawarkan alternatif wisata alam bagi masyarakat yang ingin melihat panorama Sindoro-Sumbing dari sudut berbeda. Keindahan alamnya dapat dinikmati tanpa tiket masuk, tetapi keselamatan, etika berkunjung, dan penghormatan terhadap kehidupan warga harus tetap menjadi prioritas utama.





















