Headline.co.id, Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan Ri ~ Mayjen TNI (Purn) Prof. Dr. Budi Pramono, bersama rombongan dari Kantor Staf Presiden (KSP) melakukan kunjungan ke Unit Layanan Disabilitas (ULD) Universitas Gadjah Mada pada Kamis (30/7). Kunjungan ini bertujuan untuk berdialog mengenai penguatan layanan bagi mahasiswa penyandang disabilitas dan melihat langsung fasilitas pendampingan yang telah dikembangkan ULD UGM untuk mewujudkan kampus inklusif.
Budi Pramono memberikan apresiasi terhadap komitmen UGM dalam menyediakan layanan inklusif bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Ia menilai keberadaan ULD sebagai bentuk nyata dukungan universitas dalam memastikan kesempatan yang sama bagi setiap mahasiswa untuk berkembang. Budi juga menyarankan agar kapasitas layanan ULD diperluas dan dikembangkan agar lebih banyak mahasiswa dapat memperoleh pendampingan. “Layanan seperti ini harus terus dikembangkan agar semakin banyak mahasiswa yang bisa memperoleh pendampingan,” tegasnya.
Di hadapan mahasiswa, Budi memberikan motivasi agar mereka terus belajar dan tidak cepat puas dengan pencapaian yang telah diraih. Ia menyebutkan bahwa rasa jenuh dan kehilangan motivasi adalah hal yang wajar, namun harus disikapi dengan rasa syukur dan menyadari bahwa masih banyak orang yang menghadapi kondisi lebih sulit. “Kalau kehilangan motivasi, rumusnya gampang. Jangan melihat ke atas. Masih banyak orang di bawah kita. Bersyukurlah, maka nikmat akan ditambahkan,” tuturnya.
Ketua Unit Layanan Disabilitas, Wuri Handayani, S.E., Ak., M.Si., M.A., Ph.D., menjelaskan bahwa ULD UGM tidak hanya memberikan pendampingan kepada mahasiswa, tetapi juga melakukan advokasi kepada setiap fakultas untuk menyediakan akomodasi yang layak sesuai kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas. Salah satu rekomendasinya adalah penambahan waktu saat ujian dan pengumpulan tugas. Selain itu, ULD juga merekomendasikan penyesuaian ruang kuliah jika gedung belum memiliki akses yang memadai. “Kami juga merekomendasikan apabila gedung belum memiliki lift, maka perkuliahan dipindahkan ke lantai bawah agar lebih mudah diakses,” jelasnya.
Selain layanan akademik, ULD UGM menyediakan fasilitas penunjang seperti mushola, dapur, dan ruang tenang yang dapat digunakan mahasiswa ketika mengalami kelelahan fisik atau tekanan emosional. “Jadi kalau adik-adik mengalami kondisi panik, stres, atau teman-teman disabilitas fisik sedang kelelahan, mereka dapat beristirahat di sini,” ujarnya.
Setelah mengunjungi ULD UGM, Budi Pramono dan jajaran KSP melanjutkan kunjungan ke Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM. Tim Pengelola GIK UGM menjelaskan bahwa GIK UGM merupakan ruang kolaborasi lintas disiplin yang menghubungkan perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan mitra internasional. Berbagai kerja sama telah dijalin dengan institusi global, seperti Uni Eropa, Australia, dan sejumlah universitas dunia untuk mengembangkan inovasi dan meningkatkan kompetensi mahasiswa. Pada tahun lalu, berbagai kegiatan yang diselenggarakan GIK UGM berhasil menjangkau sekitar 120 ribu peserta.
Budi mengapresiasi konsep pengembangan GIK UGM yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai budaya dan kemanusiaan. Menurutnya, inovasi yang dibangun harus memiliki dasar riset yang kuat agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menilai GIK memiliki posisi strategis sebagai ruang tumbuhnya kreativitas generasi muda sekaligus pusat inovasi yang mampu menjawab kebutuhan bangsa. “UGM bukan hanya menjadi pusat manajemen, tetapi juga pusat kebudayaan. Karena itu, inovasi yang lahir di sini harus mampu memberi manfaat bagi Indonesia,” tuturnya.
Budi juga mengingatkan agar pengembangan inovasi di perguruan tinggi tidak hanya mengikuti tren, tetapi mampu membaca kebutuhan masyarakat dan karakter generasi muda sehingga menghasilkan solusi yang relevan. “Universitas besar memang akan selalu menghasilkan karya. Namun yang lebih penting adalah mampu menciptakan sesuatu yang benar-benar baru. Kita harus menangkap kebutuhan pasar dan menjawabnya melalui inovasi,” pungkas Budi.




















