Headline.co.id, Jakarta ~ Indragiri Hulu, Riau – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, berdampak pada sekitar 150 hektare lahan. Penanganan karhutla Inhu dilakukan oleh 566 personel gabungan melalui pemadaman, pendinginan, patroli, dan pemantauan titik api. Di tengah operasi tersebut, unsur pemerintah dan aparat melaksanakan Salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan pada Rabu (16/9/2026).
Salat Istisqa digelar setelah Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo bersama rombongan meninjau penanganan karhutla di Posko 1 Karhutla, Desa Pulau Jumat, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Inhu, sekitar pukul 14.00 WIB.
Penanganan Karhutla Inhu Terus Dimaksimalkan
Dalam peninjauan tersebut, Pangdam menerima paparan mengenai perkembangan kebakaran dan upaya pemadaman yang dilakukan personel gabungan. Berdasarkan laporan Posko 1 Karhutla, sekitar 50 hektare dari total lahan yang terdampak telah berhasil ditangani.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Agus mengatakan, seluruh unsur terus memaksimalkan upaya penanganan di lapangan. Selain pemadaman dan pendinginan, Salat Istisqa dilakukan sebagai ikhtiar agar hujan membantu proses pengendalian kebakaran.
“Upaya di lapangan terus kita maksimalkan bersama seluruh unsur. Di samping ikhtiar melalui kerja keras, hari ini kita juga berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan sehingga penanganan Karhutla dapat semakin optimal,” kata Agus di Posko 1 Karhutla.
Operasi penanganan melibatkan 566 personel gabungan dari berbagai unsur, termasuk Masyarakat Peduli Api (MPA). Personel tersebut dikerahkan untuk melakukan pemadaman, pendinginan, patroli, serta pemantauan titik api.
566 Personel Gabungan Dikerahkan
Agus meminta seluruh unsur yang terlibat menjaga kekompakan dan tidak mengendurkan upaya penanganan. Langkah itu diperlukan untuk mencegah api kembali muncul maupun meluas ke wilayah lain.
Menurut laporan Posko 1 Karhutla, penanganan dilakukan secara berkelanjutan terhadap lahan yang terdampak kebakaran. Pemadaman dan pendinginan terus dijalankan untuk mempercepat pengendalian karhutla Inhu.
Salat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar pemerintah dan aparat di tengah operasi pengendalian karhutla. Pada saat yang sama, personel gabungan tetap melanjutkan penanganan di lapangan untuk meminimalkan dampak kebakaran terhadap masyarakat dan lingkungan.

















