Headline.co.id, Pekanbaru ~ Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Riau meluncurkan Sekolah Lansia Amal Ikhlas dengan 166 peserta di Kota Pekanbaru, Rabu (16/9/2026). Program tersebut diluncurkan bertepatan dengan peringatan Milad ke-28 BKMT Riau di Menara Dang Merdu BRKS Syariah. Sekolah Lansia Amal Ikhlas dibentuk sebagai ruang belajar dan pemberdayaan bagi masyarakat lanjut usia agar tetap berkarya, mandiri, berdaya, serta memperkuat kehidupan keagamaan. Para peserta mengikuti kegiatan di tiga lokasi, yakni Aula Masjid Raya An-Nur, Kampus Universitas Riau, dan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
Ketua Pengurus Wilayah BKMT Riau Septina Primawati mengatakan peluncuran sekolah lansia merupakan bagian dari penyesuaian kegiatan dakwah dan pengabdian BKMT terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat. Program itu diarahkan untuk memberi ruang kepada para lansia agar tetap aktif dalam kegiatan yang bermanfaat.
Sekolah Lansia Amal Ikhlas Tersebar di Tiga Lokasi
Sebanyak 166 muslimah mengikuti Sekolah Lansia Amal Ikhlas. Dari jumlah tersebut, 65 peserta mengikuti kegiatan di Aula Masjid Raya An-Nur, 46 peserta di Kampus Universitas Riau, dan 55 peserta di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Septina menyebut jumlah peserta tersebut menjadi tanggung jawab BKMT untuk menyediakan fasilitas dan kegiatan belajar yang bermanfaat bagi para lansia. Menurut dia, perhatian kepada kelompok lanjut usia tidak berarti mengurangi kegiatan BKMT yang ditujukan bagi kelompok usia lainnya.
“BKMT menjangkau seluruh perjalanan kehidupan, dari kanak-kanak hingga usia senja, karena usia tidak membatasi seseorang untuk memberi manfaat,” kata Septina.
Peluncuran Sekolah Lansia Amal Ikhlas menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-28 BKMT Riau. Peringatan tersebut mengusung tema “Beribadah Tiada Henti, Mengabdi Sepenuh Hati, Menua Tetap Berguna”.
BKMT Riau Menyesuaikan Kegiatan dengan Kebutuhan Masyarakat
Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau Helmi mengapresiasi peluncuran Sekolah Lansia Amal Ikhlas. Ia menilai program tersebut menunjukkan peran BKMT dalam merespons kebutuhan masyarakat melalui kegiatan belajar dan pemberdayaan.
Menurut Helmi, perjalanan 28 tahun BKMT Riau perlu dilihat dari manfaat yang tumbuh dan dirasakan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa keberadaan sekolah lansia menjadi penting seiring perubahan struktur usia penduduk.
“28 tahun bukan perjalanan singkat, tapi bukan hanya semata-mata perjalanannya, melainkan manfaat yang tumbuh selama perjalanan, dan kami melihat manfaat nyata,” ujarnya.
Helmi mengatakan program sekolah lansia diharapkan membantu masyarakat lanjut usia tetap aktif sekaligus menjalani proses penuaan dengan lebih sehat. Bagi dia, pembelajaran bagi lansia memiliki nilai penting dalam menghadapi perubahan struktur usia penduduk.
“Kita memikirkan bagaimana masyarakat menua dengan sehat, di situ nilai penting sekolah lansia,” katanya.
Helmi Minta BKMT Terus Menjadi Ruang Belajar
Helmi berharap BKMT Riau dapat terus menjadi ruang belajar bagi masyarakat. Selain itu, ia meminta BKMT memperkuat hubungan kekeluargaan dan menyesuaikan kegiatan dengan kebutuhan masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai yang selama ini menjadi penguat organisasi.
Harapan tersebut disampaikan seiring peluncuran Sekolah Lansia Amal Ikhlas yang melibatkan peserta di tiga lokasi. Program itu menjadi salah satu bentuk kegiatan BKMT dalam memberikan ruang bagi kelompok lanjut usia untuk tetap belajar, berkarya, dan memberi manfaat.
“Teruslah menjadi ruang belajar, menguatkan kekeluargaan, dan hadir membaca kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menguatkan BKMT selama ini,” ujar Helmi.

















