Headline.co.id, Temanggung ~ Hingga 20 Juli 2026, Kabupaten Temanggung mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp1,03 triliun. Investasi ini berasal dari 6.521 proyek yang berhasil menyerap 14.381 tenaga kerja, menunjukkan pertumbuhan iklim investasi yang positif dan berdampak pada perekonomian masyarakat setempat.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Temanggung, Agus Munadi, menyatakan bahwa capaian ini menunjukkan bahwa investasi tidak hanya berkembang di kawasan perkotaan, tetapi juga merambah ke wilayah pedesaan. “Investasi yang tersebar hingga ke tingkat desa memberikan efek berganda bagi masyarakat,” kata Agus Munadi, Senin (27/7/2026).
Agus menjelaskan bahwa pada semester I 2026, realisasi investasi di Temanggung mencapai Rp968.909.469.493 dari 6.059 proyek dengan penyerapan 13.402 tenaga kerja. Hingga 20 Juli 2026, nilai investasi meningkat menjadi Rp1.030.656.826.796, dengan jumlah proyek bertambah menjadi 6.521 dan penyerapan tenaga kerja menjadi 14.381 orang.
Menurut Agus, selain menciptakan lapangan kerja, keberadaan pelaku usaha dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut meningkatkan pendapatan keluarga serta menggerakkan perekonomian di lingkungan sekitar. “Keberadaan pelaku usaha dan UMKM turut meningkatkan pendapatan keluarga serta menggerakkan perekonomian di lingkungan sekitar,” ujar dia.
Untuk mempertahankan tren positif ini, DPMPTSP Kabupaten Temanggung terus meningkatkan kualitas pelayanan perizinan melalui program Jemput Bola (Jempol Bos). Program ini memberikan kemudahan dan pendampingan kepada investor maupun pelaku usaha agar proses perizinan berlangsung lebih cepat, mudah, dan efisien.
Agus berharap berbagai upaya tersebut dapat meningkatkan minat investor untuk menanamkan modal di Kabupaten Temanggung, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.
















