Headline.co.id, Pekanbaru ~ Tim Satuan Tugas (Satgas) Udara Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Lanud Roesmin Nurjadin menyisir kawasan bekas karhutla Kampar, Riau, menggunakan helikopter Caracal TNI AU, Senin (21/9/2026). Patroli udara dilakukan untuk memantau kondisi lahan dan memastikan tidak terdapat titik api yang masih aktif. Pemantauan difokuskan, lain, pada wilayah perbukitan yang sulit dijangkau tim pemadam darat.
Helikopter Caracal dalam patroli tersebut diterbangkan Kapten Pnb Anter bersama awak. Dari udara, terlihat sejumlah kawasan perbukitan menghitam akibat bekas kebakaran. Namun, lokasi rinci kawasan bekas karhutla yang dipantau tidak disebutkan dalam laporan.
Patroli rutin pantau bekas karhutla Kampar
Kadiaops Lanud Roesmin Nurjadin Kolonel Pnb Andry Setiawan mengatakan, patroli udara dilaksanakan secara rutin untuk memantau kondisi wilayah dan mengidentifikasi potensi titik api. Hasil pemantauan juga disampaikan kepada Satgas Karhutla sebagai bahan untuk melihat perkembangan situasi di lapangan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Ini patroli rutin. Satgas Udara Karhutla Riau untuk memantau kondisi wilayah dari udara, mengidentifikasi potensi titik api, serta memastikan perkembangan situasi karhutla dapat terpantau secara cepat dan akurat,” kata Andry.
Selain memeriksa kawasan yang telah terbakar, personel turut memantau lahan lain yang berpotensi mengalami kebakaran. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi wilayah secara lebih menyeluruh melalui pemantauan dari udara.
Data patroli menjadi bahan koordinasi
Data dan informasi yang diperoleh selama patroli udara selanjutnya digunakan sebagai bahan koordinasi. Informasi tersebut menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan bersama unsur terkait dalam upaya penanggulangan karhutla di Provinsi Riau.
Menurut Andry, kegiatan patroli udara merupakan bagian dari dukungan TNI AU melalui Lanud Roesmin Nurjadin terhadap penanganan karhutla. Pemantauan dari udara juga membantu memperoleh informasi mengenai kondisi wilayah yang sulit dipantau langsung dari darat.
“Kegiatan patroli udara ini merupakan salah satu bentuk komitmen TNI AU melalui Lanud Rsn dalam mendukung upaya penanggulangan karhutla di Provinsi Riau,” ujar Andry.
Deteksi dini potensi kebakaran
Andry menyebut patroli udara berkelanjutan diharapkan dapat membantu mendeteksi potensi karhutla lebih dini. Dengan deteksi tersebut, penanganan di lapangan diharapkan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
Pemantauan rutin ini dilakukan tidak hanya untuk melihat dampak kebakaran pada kawasan perbukitan, tetapi juga untuk mengidentifikasi kemungkinan munculnya titik api baru. Hasil pengamatan dari udara kemudian menjadi bagian dari koordinasi Satgas Karhutla dengan unsur terkait.
Patroli menggunakan helikopter Caracal TNI AU tersebut menunjukkan pemanfaatan dukungan udara dalam pemantauan kawasan yang aksesnya terbatas bagi tim pemadam darat. Melalui kegiatan itu, kondisi bekas karhutla Kampar dan lahan yang berpotensi terbakar dapat terus dipantau.
Dengan demikian, pemantauan udara menjadi salah satu upaya untuk memastikan perkembangan situasi karhutla terpantau secara cepat dan akurat. Lanud Roesmin Nurjadin menyatakan patroli tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen mendukung penanggulangan karhutla di Riau.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















