Headline.co.id, Jakarta ~ Jakarta. Tubuh manusia memerlukan paparan sinar matahari untuk mendapatkan vitamin D yang optimal. Berjemur selama 10 hingga 30 menit setiap hari dapat memenuhi kebutuhan vitamin D tubuh. Namun, apa yang terjadi jika tubuh kekurangan sinar matahari? Paparan sinar matahari berperan penting dalam meningkatkan energi, kualitas tidur, dan suasana hati. Menurut Cleveland Clinic, sekitar 90 persen vitamin D diperoleh dari sinar matahari. Kulit menyerap sinar ultraviolet-B yang kemudian mengubah molekul kolesterol di kulit menjadi vitamin D3 dan bentuk aktif vitamin D.
Vitamin D berhubungan erat dengan kesehatan tulang, sistem kekebalan tubuh, suasana hati, kesehatan kardiovaskular, dan fungsi otak. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang kekurangan sinar matahari, seperti kondisi cuaca atau kesibukan. Berdasarkan laporan dari The Healthy, berikut adalah beberapa efek yang dapat terjadi pada tubuh jika kurang terpapar sinar matahari:
1. Depresi atau merasa murung. Dokter sering mengaitkan penurunan suasana hati pada cuaca dingin dengan kurangnya sinar matahari. Hal ini berkaitan dengan kadar hormon serotonin di otak. Sinar matahari mengaktifkan bagian otak yang disebut kelenjar pineal, yang berhubungan dengan produksi serotonin dan neurotransmitter lainnya. Serotonin dikenal sebagai ‘hormon perasaan senang’ karena pengaruhnya terhadap suasana hati.
2. Mengalami kenaikan berat badan. Sinar matahari menyediakan oksida nitrat yang penting untuk menjaga metabolisme tetap lancar dan mencegah makan berlebih. Jenn McFardland, seorang ahli kesehatan, menjelaskan bahwa kekurangan vitamin D dapat menyebabkan disfungsi mitokondria yang mengakibatkan penurunan adenosine triphosphate (ATP), molekul yang berfungsi sebagai sumber energi utama bagi sel-sel tubuh.
3. Sakit pada tulang. Orang dewasa yang tidak mendapatkan cukup sinar matahari sering merasakan nyeri pada otot dan tulang, serta kekakuan pada sendi di pagi hari. Kekurangan vitamin D juga meningkatkan risiko osteoporosis.
4. Kelelahan dan sulit tidur. Kurangnya paparan sinar matahari dapat mengganggu ritme sirkadian atau jam internal tubuh, yang berarti seseorang mungkin tidak tidur cukup nyenyak dan lebih mudah mengalami insomnia. Ritme sirkadian bergantung pada sinar matahari untuk tetap sinkron. Ketika mata terpapar cahaya, otak menerima pesan untuk berhenti memproduksi melatonin, hormon utama yang berkontribusi pada tidur, sementara kegelapan memberi tahu otak bahwa sudah waktunya untuk bersiap tidur.
5. Mudah sakit. Sinar matahari dapat meningkatkan fungsi limpa dan kekebalan tubuh. Seseorang yang mudah sakit mungkin kurang mendapatkan paparan sinar matahari dan kekurangan vitamin D. Saat sinar matahari mengenai mata, sistem saraf otonom akan aktif, yang dianggap sebagai sinyal pelepasan sel-sel kekebalan tubuh untuk melawan infeksi.
Demikianlah penjelasan mengenai efek kurangnya paparan sinar matahari yang perlu diketahui. Disarankan untuk berjemur setidaknya 5-30 menit sebanyak 2-3 kali dalam sepekan.




















