Headline.co.id, Gayo Lues ~ Pemerintah Kabupaten Gayo Lues berencana membangun 83 unit hunian tetap (huntap) tahap I bagi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi. Pembangunan ini akan dilaksanakan melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) pada tahun anggaran 2026. Target penyelesaian proyek ini adalah Desember 2026, sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana yang melanda daerah tersebut pada tahun 2025.
Sebanyak 83 unit Hunian Tetap Mandiri (Huntap Eksitu) akan dibangun di tujuh kecamatan dan tersebar di 15 desa, yaitu Agusen, Palok, Rerebe, Panglime Linting, Cane Toa, Kuning, Kuning Kurnia, Seneren, Tetingi, Remukut, Pasir, Pulo Gelime, Uyem Beriring, Setul, dan Uring. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gayo Lues, Jakaria, menyatakan bahwa seluruh proses pengadaan pembangunan ini menjadi tanggung jawab pemerintah pusat melalui Kementerian PKP.
“Proses pengadaan pembangunan ini sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat,” kata Jakaria setelah mengikuti rapat koordinasi melalui Zoom Meeting dan mendapatkan arahan dari Kementerian Dalam Negeri, yang dikutip pada Senin (27/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa pembangunan tahap I ini didanai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan diperuntukkan bagi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi. Menurut Jakaria, hunian akan dibangun di atas lahan milik pribadi maupun lahan hibah sesuai dengan lokasi yang telah ditetapkan oleh masing-masing penerima manfaat. “Hunian akan dibangun di atas lahan yang telah ditetapkan oleh penerima manfaat,” ujarnya.
Sementara itu, pembangunan huntap tahap II direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2027 dengan anggaran dari Kementerian PKP. Program ini akan menyasar enam desa, yaitu Pepelah, Pintu Rime, Pertik, Pining, Pasir Putih, dan Ekan. Pada tahap II, pemerintah merencanakan pembangunan sebanyak 645 unit hunian tetap untuk melanjutkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues berharap pembangunan hunian tetap ini dapat menyediakan tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat terdampak, sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.


















