Headline.co.id, Surabaya ~ Hasil Piala Presiden 2026 mencatat Port FC menang 2-0 atas PSMS Medan dalam pertandingan Grup B di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu, 26 Juli 2026. Dua gol juara bertahan lahir pada fase berbeda, masing-masing melalui Noboru Shimura pada menit ke-17 dan Issam Abdallah pada menit ke-54. Rangkaian gol itu menjelaskan bagaimana Port FC mengubah tekanan bertahap menjadi kemenangan, sementara PSMS tidak mampu menuntaskan peluang balasan.
Hasil Piala Presiden 2026 tersebut juga memperlihatkan dua momen penting di luar gol, yakni sundulan Shimura yang membentur tiang dan penalti Ruan Ribeiro Rodrigues yang ditepis Muhammad Natshir. Kiper PSMS mencegah skor menjadi lebih besar, tetapi timnya tetap kesulitan membangun serangan berbahaya. Peluang Jauhari pada menit ke-79 belum menghasilkan gol karena bola melebar tipis.
Dalam Hasil Piala Presiden 2026 ini, Port FC mengoleksi tiga poin dan untuk sementara memimpin Grup B. PSMS belum memperoleh poin serta harus segera memperbaiki permainan sebelum menghadapi Persebaya Surabaya. Berikut kronologi pertandingan dan arti hasil tersebut bagi agenda kedua tim.
Menit Awal: PSMS Menahan Tekanan dengan Formasi 4-3-3
PSMS memulai laga dengan susunan 4-3-3 dan berusaha menjaga keseimbangan antarlini. Pada fase awal, kedua tim sama-sama berhati-hati serta lebih banyak memainkan umpan pendek. Port FC belum langsung memperoleh peluang terbuka karena pertahanan PSMS masih mampu menutup jalur menuju kotak penalti.
Situasi berubah ketika Port FC meningkatkan keberanian dalam melakukan tembakan dari luar kotak penalti. Shimura mendapatkan ruang pada menit ke-17 dan melepaskan tendangan jarak jauh. Bola tidak dapat dijangkau Natshir, sehingga Port FC memimpin 1-0 dan memaksa PSMS menyesuaikan pendekatan.
Port FC Hampir Menambah Gol Sebelum Jeda
Setelah unggul, Port FC tetap menekan. Bruno Moreira memiliki peluang pada menit ke-21, tetapi upayanya masih dihentikan lini pertahanan PSMS. Enam menit kemudian, Shimura kembali mengancam melalui sundulan yang mengenai tiang kiri gawang.
PSMS mencoba memanfaatkan ruang melalui serangan balik, namun pertahanan Port FC dapat mematahkan aliran bola sebelum menjadi peluang bersih. Tempo meningkat menjelang berakhirnya babak pertama, tetapi tidak ada gol tambahan. Port FC memasuki ruang ganti dengan keunggulan satu gol.
Gol Kedua Berawal dari Perubahan Pemain
Pada babak kedua, Lucas Costa da Silva masuk menggantikan Sivakorn Tiatrakul. Kehadirannya memberi dampak pada proses gol kedua setelah ia mengirim umpan matang kepada Issam Abdallah. Sontekan Abdallah pada menit ke-54 tidak dapat diantisipasi Natshir dan mengubah skor menjadi 2-0.
Gol itu memperkuat kendali Port FC atas jalannya pertandingan. PSMS harus mengejar dua gol, sedangkan lawannya dapat mengatur tempo dan memilih momen untuk menyerang. Port FC tetap mencari gol tambahan tanpa kehilangan disiplin di lini belakang.
Penalti Gagal dan Peluang PSMS pada Menit Akhir
Port FC memperoleh penalti yang berpotensi memperlebar selisih. Ruan Ribeiro Rodrigues menjadi eksekutor, tetapi Natshir membaca arah bola dan melakukan penyelamatan. Ruan mencoba memanfaatkan bola pantul, namun tendangan keduanya melambung di atas gawang.
PSMS masih berupaya mencetak gol pada sisa pertandingan. Jauhari mendapatkan peluang pada menit ke-79, tetapi tendangannya melebar tipis. Tidak ada perubahan skor sampai wasit Muhammad Nazmi Bin Nasaruddin mengakhiri pertandingan, sehingga Port FC memastikan kemenangan 2-0.
Apa Arti Hasil Ini bagi Port FC dan PSMS?
Bagi Port FC, kemenangan tanpa kebobolan memberi awal positif dalam misi mempertahankan gelar. Tiga poin juga menjadi modal sebelum menghadapi Persija Jakarta pada Rabu, 29 Juli 2026, pukul 15.30 WIB di Stadion Gelora Bung Tomo. Tim asuhan Sarawut Treephan tetap perlu mengevaluasi efektivitas peluang, termasuk kegagalan dari titik penalti.
Bagi PSMS, hasil ini menjadi dasar untuk menata ulang komposisi menjelang laga melawan Persebaya pada hari yang sama pukul 19.30 WIB. Eko Purdjianto mengakui keunggulan lawan dan menyampaikan, “Kami akui keunggulan Port FC. Kami akan berbenah untuk pertandingan kedua.” Pelatih PSMS itu menyiapkan kemungkinan perubahan susunan pemain karena masih ada beberapa nama yang belum diturunkan pada laga pembuka.
Grup B Masih Menyisakan Persaingan Terbuka
Port FC berada di posisi pertama klasemen sementara setelah mengumpulkan tiga poin, sedangkan PSMS berada di dasar klasemen sementara. Kedudukan ini menggambarkan situasi setelah satu pertandingan dan belum menentukan tim yang lolos. Rangkaian hasil berikutnya akan mengubah perhitungan persaingan Grup B.
Format turnamen memberi tiket semifinal kepada dua tim terbaik dari setiap grup. Karena itu, Port FC masih membutuhkan hasil konsisten, sementara PSMS memiliki kesempatan memperbaiki posisi pada pertandingan selanjutnya. Laga Port FC melawan Persija dan PSMS melawan Persebaya menjadi agenda terdekat yang akan menentukan arah persaingan setelah hasil pembuka di Surabaya.






